Aman Bolo! 98,8 Persen Takjil di Kota Malang Lolos Uji Kesehatan

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat 98,8 persen sampel makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil aman Bolo!

Share

SUARAGONG.COM – Buat kamu yang tiap sore “war takjil” sebelum buka puasa, tenang bolo! Hampir semua takjil di Kota Malang dipastikan aman dikonsumsi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mencatat sebanyak 98,8 persen sampel makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil selama Ramadan memenuhi syarat kesehatan. Data ini didapat dari uji sampling di lima kecamatan yang tersebar di 23 titik pasar takjil.

Nyaris Sempurna! 98,8 Persen Takjil di Malang Aman Dikonsumsi

Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, memastikan mayoritas jajanan buka puasa aman disantap.

“Secara umum sebagian besar memenuhi syarat. Dari data yang dilaporkan teman-teman, sekitar 98,8 persen memenuhi syarat,” ujarnya.

Artinya? Hampir semua takjil lolos uji. Mulai dari cilok, saus, tape, hingga minuman kemasan ikut diperiksa.

Masih Ada yang “Kecolongan”

Meski angkanya nyaris sempurna, tetap ada sebagian kecil sampel yang tidak memenuhi ketentuan.

Temuannya beragam, mulai dari penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak direkomendasikan seperti pewarna, pemanis buatan, pengenyal, hingga pengawet. Tak hanya itu, pemeriksaan juga menyasar aspek bakteriologis, termasuk potensi cemaran bakteri seperti E. coli.

Namun Dinkes tak tinggal diam. Pedagang yang produknya bermasalah langsung mendapat pembinaan.

“Karena alamat dan namanya jelas, kami sampaikan kepada yang bersangkutan bahwa makanan atau minuman yang disajikan mengandung bahan yang tidak direkomendasikan. Harapannya, pada penyajian berikutnya bahan-bahan itu sudah tidak digunakan lagi,” jelas Husnul.

Pedagang Musiman Jadi Tantangan

Dinkes juga menggelar pelatihan Sanitasi Laik Hygiene dan Sanitasi (SLHS) bagi para penjamah makanan. Tapi memang, tak semua pedagang sudah mengikuti pelatihan tersebut.

Apalagi pedagang musiman yang muncul khusus saat Ramadan.

“Yang berjualan di takjil ini tidak semuanya sudah masuk pelatihan penjamah makanan. Ada yang dadakan, itu yang belum kami latih. Tapi mereka tetap sudah mendapatkan informasi dari petugas,” tambahnya.

Baca Juga : Ramadan di Malang = Kulineran Nonstop: Ini Spot Pasar Takjil Paling Ramai

War Takjil? Gas, Tapi Tetap Cerdas

Dengan hasil 98,8 persen memenuhi syarat, masyarakat sebenarnya bisa lebih tenang saat berburu takjil. Meski begitu, pembeli tetap diimbau cerdas memilih makanan—lihat kebersihan lapak, cara penyajian, dan kondisi makanan.

Dinkes memastikan pengawasan keamanan pangan akan terus dilakukan selama Ramadan, demi mencegah risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan yang tidak higienis.

Jadi bolo, boleh kalap lihat gorengan dan es warna-warni. Tapi tetap bijak, ya. (fat/Aye/sg)