SUARAGONG.COM – Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) bukan cuma soal wisata alam atau tempat hits buatan. Di Kota Malang, pasar tradisional justru naik daun dan jadi destinasi favorit wisatawan. Khususnya anak muda. Salah satunya adalah Pasar Klojen. Berlokasi di jantung kota, Pasar Klojen kini tampil dengan wajah baru. Penataan yang lebih rapi, bersih, dan dipadukan dengan deretan kuliner kekinian bikin pasar ini menjelma jadi spot kuliner viral selama libur panjang.
Libur Nataru, Pasar Klojen Jadi Surga Kuliner Wisatawan: Tongkrongan Kelaz
Transformasi Pasar Klojen terasa signifikan. Lapak-lapak tertata rapi, area kuliner tertata nyaman, dan pilihan makanan pun makin beragam. Mulai dari jajanan tradisional sampai makanan modern yang sering muncul di FYP media sosial.
Tak heran kalau pasar ini jadi incaran wisatawan, terutama generasi muda yang doyan hunting kuliner.
Antre Panjang Demi Gyoza dan Ngopi
Salah satu pengunjung, Mega (26), warga Singosari, mengaku kerap datang ke Pasar Klojen khusus untuk wisata kuliner.
“Kebetulan suka hunting kuliner, terus ketemulah pasar ini. Tadi sudah antre pesan gyoza, pisang wijen, sama niatnya mau ngopi-ngopi di warung kopi depan,” ujar Mega.
Menurutnya, daya tarik Pasar Klojen ada pada variasi makanan yang lengkap dalam satu lokasi.
Cashless Friendly, Anak Muda Makin Betah
Bukan cuma soal rasa, Pasar Klojen juga dinilai ramah transaksi digital. Sejumlah pedagang telah menyediakan pembayaran non tunai, membuat pengunjung tak perlu repot membawa uang cash.
“Meskipun tidak bawa uang tunai, tapi di sini bisa memanfaatkan pembayaran non tunai karena di beberapa stand sudah menyediakan dan itu sangat memudahkan,” imbuhnya.
Baca Juga : Wali Kota Malang Resmikan SPAM di Pasar Klojen
Kuliner Kekinian Berdampingan dengan Pasar Basah
Menariknya, area kuliner Pasar Klojen berdampingan langsung dengan pedagang kebutuhan pokok seperti sayur, daging, dan ikan segar. Meski begitu, kondisi pasar yang bersih dan tertata membuat aktivitas wisata kuliner tetap nyaman.
Momentum libur panjang juga dimanfaatkan wisatawan untuk datang langsung ke lokasi yang sering viral di media sosial. Antrean panjang di sejumlah stan makanan jadi pemandangan biasa.
“Mumpung libur panjang, jadi sekalian mampir ke Pasar Klojen karena sering muncul di media sosial. Tempatnya bersih, antrean di stan makanan panjang banget, terutama kuliner yang sering direkomendasikan. Bisa sampai satu jam antre,” katanya.
Klojen vs Oro-oro Dowo, Ini Plus Minusnya
Menurut Mega, dari sisi variasi kuliner, Pasar Klojen Kota Malang unggul dibandingkan Pasar Oro-oro Dowo. Namun, ia mengakui soal parkir, Oro-oro Dowo masih lebih leluasa.
“Kalau soal variasi kuliner, Pasar Klojen Malang lebih banyak pilihannya. Tapi kalau parkir, mungkin lebih leluasa di Pasar Oro-oro Dowo karena lahannya lebih luas,” pungkasnya. (fat//aye)