Hujan Iringi Pemakaman Vidi Aldiano Tanah Kusir, Haru Banget

Hujan Iringi Pemakaman Vidi Aldiano di Tanah Kusir (sc: radarsitubondo.jawapos)

Share

SUARAGONG.COM – Langit Jakarta seolah ikut berduka. Pagi itu, rintik hujan turun perlahan saat prosesi pemakaman Vidi Aldiano Tanah Kusir digelar pada Minggu pagi, 8 Maret 2026. Suasana haru terasa begitu kuat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, ketika keluarga, sahabat, hingga para penggemar mengantar kepergian penyanyi yang dikenal dengan lagu-lagu penuh emosi itu.

Meski hujan turun sejak pagi, ratusan pelayat tetap bertahan di area pemakaman. Banyak yang membawa payung, jas hujan, atau sekadar berdiri di bawah tenda hitam yang dipasang di sekitar liang lahat. Semua hadir dengan satu tujuan yang sama: memberikan penghormatan terakhir untuk Vidi. Kepergian musisi yang dikenal ramah dan penuh energi positif ini meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tapi juga bagi dunia hiburan Indonesia.

Suasana Haru di Pemakaman Vidi Aldiano Tanah Kusir

Prosesi pemakaman Vidi Aldiano Tanah Kusir dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Jenazah sebelumnya disemayamkan di rumah duka di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, sebelum dibawa ke TPU Tanah Kusir untuk dimakamkan. Saat mobil jenazah tiba di area pemakaman, suasana langsung berubah menjadi sangat emosional. Isak tangis keluarga dan sahabat terdengar di tengah rintik hujan yang terus turun.

Beberapa pelayat terlihat menundukkan kepala, sementara yang lain memanjatkan doa dengan khusyuk. Meski cuaca tidak bersahabat, tidak ada yang beranjak pergi. Semua seolah ingin memastikan mereka benar-benar mengantar Vidi sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya. Banyak orang menyebut momen ini sebagai salah satu prosesi pemakaman paling mengharukan di dunia hiburan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga: Kenapa Semua Pakai Biru? Makna Warna Biru Pemakaman Vidi

Ratusan Pelayat Hadir Mengantar Kepergian

Area TPU Tanah Kusir dipenuhi ratusan pelayat yang datang sejak pagi. Tidak hanya keluarga besar, tetapi juga rekan sesama artis, sahabat dekat, hingga penggemar yang selama ini mengikuti perjalanan karier Vidi. Beberapa figur publik dari dunia hiburan juga terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Mereka bergantian menaburkan bunga di atas makam sambil mengirimkan doa.

Bagi banyak orang, kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. Vidi dikenal sebagai pribadi yang hangat, baik, dan selalu membawa energi positif kepada orang-orang di sekitarnya. Banyak sahabat yang mengaku kehilangan sosok yang selalu mampu mencairkan suasana. Bahkan di tengah perjuangannya melawan penyakit, Vidi tetap dikenal sebagai orang yang penuh semangat dan jarang mengeluh. Hal itu membuat kepergiannya terasa begitu berat bagi banyak orang.

Baca juga: Spiritualitas Vidi Aldiano Habib Jafar Bikin Haru, Rutin Setor Al-Qur’an

Hujan Seolah Ikut Mengiringi Duka

Salah satu momen yang paling membekas dalam pemakaman Vidi Aldiano Tanah Kusir adalah turunnya hujan sepanjang prosesi berlangsung. Bagi sebagian orang, hujan itu terasa simbolis. Seolah alam ikut merasakan kehilangan sosok yang begitu dicintai.

Banyak pelayat tetap berdiri di area pemakaman meskipun basah oleh hujan. Payung berwarna hitam dan jas hujan terlihat memenuhi area sekitar makam. Namun suasana tetap khidmat. Doa terus dipanjatkan, sementara prosesi pemakaman berjalan dengan tenang. Hujan yang turun perlahan justru membuat suasana terasa semakin sendu dan emosional.

Baca juga: Suasana Haru Pemakaman Vidi Sahabat dan Artis Mengantar Terakhir

Perjalanan Hidup dan Karier Vidi Aldiano

Vidi Aldiano, yang memiliki nama asli Oxavia Aldiano, lahir pada 29 Maret 1990 di Jakarta. Ia dikenal sebagai salah satu penyanyi pop Indonesia yang memiliki karakter vokal khas dan lagu-lagu yang dekat dengan kehidupan banyak orang. Kariernya mulai dikenal luas sejak merilis album debut Pelangi di Malam Hari pada 2008. Dari album tersebut, lagu seperti “Nuansa Bening” dan “Status Palsu” langsung mencuri perhatian publik dan membuat namanya melejit di industri musik Indonesia.

Sejak saat itu, Vidi terus berkembang sebagai musisi. Ia tidak hanya dikenal sebagai penyanyi, tetapi juga sebagai penulis lagu, pembawa acara, hingga kreator konten. Selain aktif di musik, Vidi juga kerap membagikan perjalanan hidupnya, termasuk perjuangannya menghadapi penyakit yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu.

Baca juga: Vidi Aldiano Hiatus Saatnya Pilih Sehat Dulu

Sosok yang Dikenal Positif dan Hangat

Banyak orang yang mengenang Vidi sebagai pribadi yang selalu membawa energi positif. Teman-temannya sering menyebut Vidi sebagai sosok yang ceria, bahkan ketika menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya. Ia dikenal tidak pernah kehilangan selera humor dan selalu mencoba membuat orang lain tersenyum.

Karakter inilah yang membuatnya dicintai oleh banyak orang, baik di dalam maupun di luar industri hiburan. Bahkan dalam berbagai kesempatan, Vidi sering berbagi cerita tentang kehidupan, kesehatan mental, hingga pentingnya menikmati hidup dengan penuh rasa syukur.

Kepergian yang Menyisakan Banyak Kenangan

Kepergian Vidi Aldiano pada usia 35 tahun menjadi kabar duka bagi dunia hiburan Indonesia. Ia meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal yang dideritanya sejak 2019. Meski begitu, banyak orang percaya bahwa warisan karya dan semangat hidup yang ia tinggalkan akan terus hidup.

Lagu-lagunya masih akan diputar, kisah hidupnya akan terus diceritakan, dan kenangan tentang dirinya akan tetap melekat di hati para penggemar. Pemakaman yang diiringi hujan pagi itu menjadi simbol perpisahan yang penuh emosi. Namun di balik kesedihan, ada juga rasa syukur karena pernah mengenal sosok seperti Vidi. Seorang musisi yang bukan hanya berbakat, tetapi juga tulus dalam menjalani hidupnya. (dny)