SUARAGONG.COM – Wacana pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen kembali mencuat. Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib atau akrab disapa Bu Nyai Lathifah, baru saja bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Wacana Pembangunan Jalan Tol Malang – Kepanjen
Pertemuan ini berlangsung di Hotel Mercure Kota Madiun dan fokus pada rencana lanjutan pembangunan tol yang sudah lama dinanti masyarakat Malang Raya tersebut.
Dalam keterangannya, Bu Nyai Lathifah menyebut bahwa AHY menyambut baik rencana itu dan bahkan terlihat cukup antusias. Ia mengatakan, AHY sudah menugaskan Deputi IV Kemenko Infrastruktur dan Kewilayahan RI, Ronny Ariuly Hutahayan, untuk segera menindaklanjuti dengan rapat resmi di Kantor Kemenko Infrastruktur dan Kewilayahan.
“Beliau menegaskan akan segera mengadakan rapat tindak lanjut agar pembahasan lebih konkret,” ujar Lathifah.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Malang memang sangat membutuhkan adanya jalan tol Malang–Kepanjen. Bukan hanya untuk memangkas waktu tempuh, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, hingga membuka akses strategis ke wilayah Malang Selatan.
Baca Juga : Proyek Nasional Lamongan Rampung Februari 2025
Sudah Tercatat PSN
Apalagi proyek ini sudah tercatat dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Jawa Timur untuk periode 2025–2029. Artinya, secara status dan kepentingan, pembangunan tol ini sudah masuk kategori penting dan mendesak.
Soal persiapan, Bu Nyai menegaskan bahwa Pemkab Malang sudah menyiapkan banyak hal. Mulai dari Detail Engineering Design (DED), kajian Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), hingga rencana teknis lain yang diperlukan untuk mendukung percepatan pembangunan.
“Kalau dari sisi daerah, kami siap. Tinggal bagaimana tindak lanjut dari pusat agar ini bisa segera dieksekusi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan bahwa sebelum bertemu AHY, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan jajaran Direksi Jasa Marga di Jakarta. Pertemuan tersebut membahas progres dan kesiapan perusahaan pelat merah itu dalam menggarap proyek tol Malang–Kepanjen.
“Bapak Menko juga berencana meninjau langsung potensi di wilayah Malang Selatan, karena jalan tol ini nantinya akan menjadi akses penting yang membuka konektivitas,” tambahnya.
Baca Juga : Gus Fawait: Tak Hanya Fly Over, Jember akan Memiliki Jalan Tol
Mengingat Jalur Kepanjen-Malang yang Padat
Masyarakat sendiri sudah cukup lama menunggu kabar baik terkait proyek ini. Banyak yang berharap jalan tol tersebut dapat segera terealisasi. Mengingat jalur Malang–Kepanjen kerap padat, terutama saat akhir pekan dan musim liburan. Dengan adanya tol, beban lalu lintas bisa berkurang dan akses menuju kawasan wisata di Malang Selatan semakin terbuka lebar.
Meski begitu, karena masih dalam tahap pembahasan pusat, masyarakat diimbau untuk tetap bersabar. Pemerintah daerah berjanji akan terus mendorong agar proyek ini tidak mandek di tengah jalan.
“Harapan kami, dalam periode 2025–2029 ini pembangunan benar-benar bisa dimulai. Karena jalan tol ini adalah kebutuhan mendesak untuk mendukung kemajuan Kabupaten Malang,” pungkas Bu Nyai Lathifah. (Nif/Aye)