SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengajukan tambahan pasokan sebanyak 100 ribu tabung LPG kepada Pertamina guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat saat Lebaran 1447 Hijriah.
Antisipasi Panic Buying, Pemkab Probolinggo Ajukan Tambahan 100 Ribu Tabung LPG
Langkah ini diambil setelah adanya peningkatan permintaan LPG yang dipicu aktivitas masyarakat selama Hari Raya serta fenomena panic buying atau pembelian berlebih.
Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan dan kajian sejak pertengahan Maret 2026.
“Sejak awal kami sudah mengantisipasi, termasuk dampak isu global yang sempat memicu panic buying di masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi sempat stabil setelah adanya tambahan distribusi LPG pada 19–20 Maret 2026. Namun, menjelang Lebaran, permintaan kembali meningkat signifikan.
“Ada masyarakat yang membeli dua kali karena khawatir kehabisan,” tambahnya.
Kebutuhan di Momen Idul Fitri
Fenomena tersebut dinilai tidak hanya dipengaruhi kebutuhan riil, tetapi juga faktor psikologis masyarakat yang khawatir terhadap ketersediaan barang.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab Probolinggo langsung mengajukan tambahan kuota LPG agar pasokan tetap aman hingga H+6 Lebaran.
“Kami berharap tambahan ini bisa menjaga stabilitas distribusi dan harga di pasaran,” tegas Haris.
Baca Juga : Mulai April 2026, 8 Ruas Jalan Probolinggo Dipasang Portal Pembatas
Selain pengajuan pasokan, pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan distribusi di lapangan untuk memastikan LPG tersalurkan secara merata.
Dengan langkah ini, Pemkab Probolinggo berharap masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan kebutuhan energi rumah tangga. (Duh/Aye/sg)