Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo

Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo, Perkuat Budaya Inovasi Menuju Daerah Berdaya Saing

Share

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) menggelar sosialisasi Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo, Kamis (12/2/2026). Di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo.

Pemkab Probolinggo Sosialisasikan Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo

Sosialisasi ini menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya inovasi strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha hingga masyarakat. Bersama dalam membangun ekosistem inovasi yang terstruktur dan terukur.

Dibuka Resmi Wakili Bupati

Kegiatan sosialisasi Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto yang hadir mewakili Bupati Probolinggo. Ia didampingi Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo.

Dalam sambutannya, dr. Anang Budi Yoelijanto menegaskan bahwa penyelenggaraan Inoda 2026 merupakan bentuk komitmen Pemkab Probolinggo. Khususnya dalam memperkuat budaya inovasi secara sistematis, terukur dan berkelanjutan.

“Inovasi harus diposisikan sebagai instrumen utama pembangunan daerah. Bukan sekadar kegiatan tambahan, tetapi menjadi pendekatan kerja. Yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan akuntabel serta mendorong daya saing daerah,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan inovasi daerah selaras dengan kebijakan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2017 tentang Inovasi Daerah.

Ia juga menyampaikan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Probolinggo tahun 2025 sebesar 56,21 dengan kategori “Inovatif”, menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

“Capaian ini patut kita syukuri, tetapi tidak boleh membuat kita berpuas diri. Kita harus menghadirkan inovasi yang benar-benar memberi manfaat nyata dan berkelanjutan,” tegasnya.

Empat Kategori Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo

Sementara itu, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo menjelaskan bahwa dalam Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo terdapat empat kategori yang dilombakan, yakni:

  1. Bidang Pendidikan
  2. Bidang Kesehatan
  3. Tata Kelola dan Pelayanan Pemerintahan
  4. Inovasi Masyarakat/Pelajar/Lembaga Pendidikan SLTA/SMK/MA/Sederajat

Kategori pertama hingga ketiga diperuntukkan bagi Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo, sedangkan kategori keempat terbuka bagi masyarakat dan pelajar.

Penilaian inovasi Perangkat Daerah mengacu pada 19 indikator satuan inovasi, meliputi aspek regulasi, dukungan anggaran, pemanfaatan teknologi informasi, keterlibatan pemangku kepentingan, monitoring dan evaluasi hingga kualitas inovasi yang dibuktikan melalui video implementasi.

Pendekatan ini menegaskan bahwa inovasi yang diharapkan bukan sekadar konsep, tetapi program yang telah diimplementasikan dan terukur keberhasilannya.

Baca Juga : Kain Pantai Karya UMKM Probolinggo Tembus Pasar Internasional

Mekanisme Pendaftaran dan Apresiasi

Seluruh peserta Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo diwajibkan mengajukan proposal inovasi dalam bentuk profil inovasi, video serta file paparan melalui aplikasi Pro-Beraksi di laman resmi pemerintah daerah.

Digitalisasi proses pendaftaran tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan mempermudah akses peserta. Sistem ini juga menjadi bagian dari transformasi digital tata kelola pemerintahan daerah.

Pemenang Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo akan memperoleh trofi, pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta uang pembinaan dengan total jutaan rupiah.

“Melalui sosialisasi ini, kami berharap Perangkat Daerah, akademisi, pelaku usaha dan masyarakat semakin termotivasi menghadirkan inovasi yang kreatif dan solutif guna mewujudkan Probolinggo SAE (Sejahtera, Amanah-Religius dan Eksis Berdaya Saing),” pungkasnya.

Melalui Inoda 2026 Kabupaten Probolinggo, Pemkab Probolinggo berupaya membangun budaya inovasi yang tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga pada transformasi nyata dalam pelayanan publik dan pembangunan daerah. (Duh/Aye/sg)