SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Probolinggo terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan restocking ikan di sumber mata air Ranu Sentong, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Minggu (8/2/2026).
Restocking Ikan di Ranu Sentong, Pemkot Probolinggo Jaga Ekosistem dan Dorong Ekonomi Lokal
Kegiatan penebaran ribuan bibit ikan ini digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo sebagai bagian dari program pemulihan ekosistem perairan umum darat.
Sebanyak 4.000 bibit ikan dilepaskan ke perairan Ranu Sentong. Jenis ikan yang ditebar terdiri dari 2.000 ekor ikan tawes—ikan lokal khas Kota Probolinggo yang kini mulai langka—serta ikan baderbang. Pemilihan jenis ikan tersebut disesuaikan dengan karakteristik ekosistem perairan setempat agar keberlanjutan sumber daya ikan tetap terjaga.
Program restocking ini diharapkan mampu memulihkan populasi ikan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem perairan Ranu Sentong.
Wali Kota Ajak Warga Jaga Lingkungan
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, turut hadir dan secara langsung menebarkan bibit ikan bersama jajaran perangkat daerah serta masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan restocking bukan sekadar menambah populasi ikan, tetapi juga merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Ranu Sentong ini punya potensi besar. Kita jaga bersama lingkungannya, kita rawat ekosistemnya, dan kita kelola dengan bijak. Saya mengajak Pokdarwis dan Pokmaswas untuk terus meramaikan sekaligus menjaga kawasan ini agar tetap bersih dan menarik sebagai destinasi wisata,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan kawasan perairan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dorong Ekonomi Berbasis Wisata
Selain aspek lingkungan, Pemkot Probolinggo juga melihat Ranu Sentong sebagai kawasan potensial untuk dikembangkan secara ekonomi. Wali Kota menyampaikan komitmennya membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk investor, guna menghadirkan fasilitas pendukung yang ramah lingkungan.
“Hindari konflik, tapi berkompromilah dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi lokal di sini. Jika kawasan ini ramai, UMKM akan tumbuh, baik kuliner maupun kerajinan sebagai pendukung destinasi,” tambahnya.
Program Berkelanjutan DKPPP
Kepala DKPPP Kota Probolinggo, Fitriawati, menjelaskan bahwa restocking ikan di Ranu Sentong merupakan bagian dari program berkelanjutan. Yang telah dilakukan di sejumlah perairan umum darat di Kota Probolinggo.
“Hingga saat ini, total sudah ada sekitar 12.000 bibit ikan yang disebar. Di antaranya di Sungai Kasbah, Sungai Legundi, Sungai Maramis, Mata Air Amsterdam, dan Sumber Ardi,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut mampu menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat.
Dialog dan Sinergi Lintas Sektor
Kegiatan restocking ini juga diisi dengan dialog bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang selama ini berperan aktif dalam pengelolaan Ranu Sentong. Dialog tersebut menjadi wadah penyampaian aspirasi warga terkait pengembangan kawasan agar tetap lestari dan produktif.
Turut hadir dalam kegiatan ini Pj Sekda Kota Probolinggo Rey Soewigtyo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Retno Wandansari, Camat Kedopok Dwi Hermanto, Lurah Jrebeng Wetan, serta para Ketua RT dan RW setempat.
Pemerintah Kota Probolinggo berharap sinergi lintas sektor ini mampu menjadikan Ranu Sentong. Sebagai kawasan perairan yang lestari, produktif, dan memberikan nilai tambah bagi ekonomi lokal secara berkelanjutan. (Aye/sg)