Pemkot Surabaya Sigap Tangani Lansia Tinggal di Gubuk Tambaksari Berukuran 1×2 Meter

Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat tangani seorang lansia tinggal di gubuk Tambaksari berukuran sekitar 1x2 meter

Share

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga terkait seorang lansia tinggal di gubuk Tambaksari berukuran sekitar 1×2 meter. Lansia bernama Kartimah (87) tersebut diketahui hidup seorang diri di kawasan Tambaksari.

Pemkot Surabaya Tangani Lansia Tinggal di Gubuk Tambaksari Berukuran 1×2 Meter

Melalui Dinas Sosial (Dinsos), Pemkot Surabaya melakukan penjangkauan dan membawa Kartimah ke Griya Werdha Jambangan agar mendapatkan perawatan serta pendampingan yang lebih layak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinsos Kota Surabaya, Imam Mahmudi, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim setelah menerima informasi dari masyarakat.

“Setelah mendapatkan laporan, saya langsung minta tim ke lokasi untuk segera menindaklanjuti,” ujar Imam, Kamis (12/2/2026).

Sempat Menolak Dipindahkan

Saat ditemui petugas, Kartimah awalnya sempat menolak untuk dipindahkan karena merasa nyaman tinggal di lokasi tersebut. Namun setelah dilakukan pendekatan secara persuasif, ia akhirnya bersedia dibawa ke Griya Werdha Jambangan.

“Kami rayu secara baik-baik. Pertimbangannya demi keselamatan dan kesejahteraan beliau. Kalau tetap tinggal sendiri dalam kondisi seperti itu tentu kurang baik,” katanya.

Menurut Imam, Kartimah tidak memiliki keluarga inti. Suaminya telah meninggal dunia sejak lama dan ia tidak memiliki anak maupun saudara kandung.

“Meski masih memiliki keponakan, pihak keluarga tersebut tidak bersedia menampungnya karena bukan keluarga inti,” tuturnya.

Bertahan Hidup dari Jualan Kelontong

Selama ini, lansia tinggal di gubuk Tambaksari tersebut bertahan hidup dengan berjualan kelontong kecil-kecilan seperti minuman ringan. Untuk kebutuhan sehari-hari, ia kerap mendapat bantuan dari warga sekitar serta kiriman sekitar Rp100 ribu per bulan dari keponakannya.

Berdasarkan data Dinsos, Kartimah yang lahir di Lamongan tercatat beralamat KTP di Tambaksari Selatan, Surabaya. Namun dalam empat tahun terakhir, ia tinggal di gubuk sederhana di pinggir Jalan Mendut No 7, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari.

Secara fisik, Kartimah masih dapat berjalan dengan baik meski pernah menjalani operasi pascakecelakaan sekitar lima tahun lalu. Saat masa pemulihan, ia sempat tinggal bersama keponakannya sebelum akhirnya kembali hidup sendiri.

Baca Juga :

Dapat Perawatan Gratis di Griya Werdha

Imam memastikan seluruh layanan di Griya Werdha tidak dipungut biaya bagi lansia miskin dan terlantar. Selain kebutuhan dasar yang terjamin, para penghuni juga mendapatkan pendampingan serta berbagai kegiatan sosial agar tetap sehat dan produktif.

“Untuk lansia miskin atau terlantar, semuanya gratis. Di Griya Werdha juga ada banyak aktivitas agar para lansia tetap sehat dan produktif,” pungkasnya.

Langkah cepat Pemkot Surabaya ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga lanjut usia yang membutuhkan perlindungan sosial dan tempat tinggal yang lebih layak. (Wahyu/Aye/sg)