SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Surabaya tancap gas melindungi generasi muda dari kenakalan remaja hingga perundungan. Melalui program Dinamika Arek Suroboyo Hebat (DASH), ribuan pelajar SD hingga SMP sederajat mendapat pembekalan khusus tentang bahaya bullying, kekerasan, hingga dampak negatif media sosial.
Cegah Kenakalan Remaja, Pemkot Surabaya Turunkan Program DASH ke 1.213 Sekolah
Program ini resmi digelar di SMP Negeri 56 Surabaya dan SMP Negeri 4 Surabaya pada Rabu (25/2/2026). Hal ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang berlangsung Februari hingga April 2026.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Surabaya (DP3A-PPKB). Dengan tujuan meningkatkan kesadaran pelajar terhadap perilaku menyimpang yang berpotensi merusak masa depan mereka.
Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan bahwa DASH merupakan program inovasi untuk membekali anak sejak dini. Agar mampu menghindari perilaku negatif.
“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak-anak usia SD hingga SMP sederajat tentang pentingnya mencegah kenakalan remaja, bullying, dan kekerasan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Menjangkau Ribuan Sekolah
Tidak tanggung-tanggung, program ini menyasar 1.213 sekolah negeri dan swasta di seluruh Surabaya. Setiap sekolah melibatkan sekitar 100–150 siswa sebagai peserta.
Langkah ini dinilai penting mengingat masa remaja merupakan fase rentan terhadap pengaruh negatif. Baik dari lingkungan sosial maupun dunia digital.
Libatkan Banyak Pihak
Pemkot Surabaya juga menggandeng berbagai instansi untuk memastikan program berjalan komprehensif. Mulai dari Kementerian Agama Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Badan Narkotika Nasional Kota Surabaya, hingga organisasi non-pemerintah (NGO).
Tak hanya itu, mahasiswa Fakultas Psikologi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) juga turut dilibatkan untuk memberikan pendekatan edukatif yang lebih dekat dengan pelajar.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan sistem perlindungan anak yang kuat dan berkelanjutan.
Lindungi Anak dari Risiko Dunia Nyata dan Digital
Melalui program DASH, siswa tidak hanya diberi pemahaman tentang bullying dan kekerasan, tetapi juga risiko penyalahgunaan media sosial, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.
Ida berharap, edukasi ini mampu membentuk karakter generasi muda Surabaya yang lebih tangguh, empati tinggi, serta berani melapor jika mengalami atau melihat tindakan perundungan.
Ia juga menegaskan bahwa pencegahan kenakalan remaja tidak bisa hanya mengandalkan sekolah. Peran orang tua, masyarakat, dan pemerintah harus berjalan beriringan.
“Sinergi semua pihak akan membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan,” tambahnya.
Baca Juga : Sekolah di Surabaya Akui Pembatasan HP Bikin Siswa Lebih Fokus
Dukung Predikat Kota Layak Anak
Selain melindungi generasi muda, program DASH juga berkontribusi terhadap peningkatan indikator Kota Layak Anak (KLA) di Surabaya.
Upaya ini sekaligus memperkuat citra Kota Pahlawan sebagai kota yang serius dalam perlindungan anak dan pembangunan karakter generasi masa depan.
Dengan menyasar ribuan sekolah, DASH diharapkan menjadi benteng awal agar anak-anak Surabaya tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan. (Aye/sg)