Perawat Bisa Jadi Kepala Puskesmas, Homecare Gratis Segera Jalan

Bupati Jember, Gus Fawait, bikin gebrakan yang cukup berani: perawat kini punya peluang jadi Kepala Puskesmas.

Share

SUARAGONG.COM – Ada angin segar buat tenaga kesehatan di Jember. Bupati Jember, Gus Fawait, bikin gebrakan yang cukup berani: perawat kini punya peluang jadi Kepala Puskesmas. Pernyataan ini disampaikan langsung saat acara Halal Bihalal di Pendopo Wahyawibawagraha, Sabtu (11/04), di depan anggota PPNI Jember. Suasananya langsung pecah dengan tepuk tangan—tanda kalau kebijakan ini memang ditunggu-tunggu.

Gebrakan Bupati Jember : Perawat Bisa Jadi Kepala Puskesmas

Menurut Gus Fawait, ini bukan sekadar kebijakan biasa, tapi bagian dari perubahan besar menuju “Jember Baru Jember Maju”. Intinya simpel: yang berprestasi harus dapat kesempatan, tanpa melihat latar profesi.

“Sekarang perawat juga bisa jadi Kepala Puskesmas. Kita ingin semua nakes punya peluang yang sama untuk berkembang,” tegasnya.

Langkah ini sekaligus jadi sejarah baru di Jember. Selama ini, posisi tersebut identik dengan profesi tertentu. Tapi sekarang, pintu dibuka lebih lebar buat semua tenaga kesehatan yang kompeten.

Nggak berhenti di situ, Gus Fawait juga punya visi lebih jauh. Dia ingin Jember nggak cuma sekadar jadi daerah dengan layanan kesehatan standar, tapi bisa naik level ke konsep wisata medis.

Pelayanan Kesehatan Sekelas Layanan Bintang 5

Bayangannya, rumah sakit di Jember bisa punya pelayanan sekelas hotel bintang lima. Jadi bukan cuma warga lokal yang berobat di sini, tapi juga orang luar daerah—bahkan luar negeri.

Meski begitu, perhatian ke masyarakat kecil tetap jadi prioritas. Gus Fawait memastikan kalau kemajuan layanan kesehatan harus bisa dirasakan semua kalangan, termasuk warga kurang mampu.

Kabar baiknya, program homecare gratis bakal segera diluncurkan bulan depan.

Lewat program ini, tenaga medis akan langsung datang ke rumah warga yang membutuhkan. Jadi, mereka nggak perlu lagi pusing mikirin biaya transportasi atau susah cari ambulans.

“Kita yang datang ke mereka,” ujar Gus Fawait dengan nada tegas.

Baca Juga : Gus Fawait “Skakmat” Isu PHK! PPPK Jember Dipastikan Aman

Strategis Yang Jelas dan Matang

Strategi yang dibangun juga cukup jelas: hilangkan sekat antar tenaga kesehatan. Gus Fawait ingin semua elemen—dokter, perawat, bidan, hingga ASN—bisa kerja bareng tanpa ego sektoral.

Menurutnya, kalau semua kompak, pelayanan kesehatan di Jember bisa jauh lebih maksimal.

Ia juga mendorong para perawat untuk lebih percaya diri. Perawat bukan cuma “asisten”, tapi mitra penting dalam proses penyembuhan pasien. Dengan peluang memimpin, diharapkan akan muncul inovasi baru dari level puskesmas.

Acara yang berlangsung santai ini ternyata menyimpan pesan besar: sektor kesehatan bakal jadi fokus utama pembangunan Jember ke depan.

Di akhir sambutannya, Gus Fawait juga minta dukungan penuh dari PPNI agar semua program—mulai dari wisata medis sampai homecare—bisa berjalan lancar tanpa terhambat birokrasi.

Kalau semua ini terealisasi, bukan nggak mungkin Jember bakal jadi salah satu daerah dengan layanan kesehatan paling progresif di Indonesia. (Rio/Aye/sg)