Perjuangan Janice Tjen Menuju Olimpiade 2028

Perjuangan Janice Tjen Dari SEA Games ke Olimpiade 2028 (sc: wtatennis)

Share

SUARAGONG.COM – Kalau ngomongin atlet muda Indonesia yang lagi gaspol ngejar mimpi besar, nama Janice Tjen wajib masuk daftar. Petenis putri yang sempat bikin bangga di SEA Games ini lagi menjalani fase penting dalam kariernya. Bukan cuma soal menang atau kalah, tapi soal perjuangan Janice Tjen buat naik level dan bersaing di panggung dunia.

Tahun 2026 jadi momen krusial. Janice bukan cuma tampil di turnamen internasional seperti ASB Classic 2026 di Selandia Baru, tapi juga mulai terang-terangan pasang target besar tembus 30 besar dunia dan lolos Olimpiade Los Angeles 2028. Ambisi yang terdengar berat, tapi justru di situlah ceritanya jadi menarik.

Perjuangan Janice Tjen Tak Pernah Setengah-Setengah

Buat yang ngikutin perjalanan Janice sejak SEA Games, pasti tahu satu hal: dia bukan tipe atlet yang main aman. Di SEA Games, Janice bahkan sempat tanding dua kali dalam sehari. Secara fisik dan mental, itu jelas bukan hal gampang.

Main tenis itu bukan cuma soal pukulan keras atau teknik cakep. Ada stamina, fokus, dan mental baja. Ketika atlet lain mungkin sudah kehabisan bensin, Janice tetap turun ke lapangan dengan mindset harus beres hari ini.

Mentalitas kayak gini yang bikin perjuangan Janice Tjen terasa beda. Dia bukan sekadar hadir buat ikut turnamen, tapi benar-benar mau menang dan berkembang.

Baca juga: Klasemen SEA Games 2025 Indonesia Raih Posisi ke 2

Hijrah ke Selandia Baru demi Level Lebih Tinggi

Setelah SEA Games, Janice mengambil keputusan penting berjuang masing-masing di Selandia Baru. Bukan tanpa alasan, karena kompetisi di sana menawarkan level permainan yang lebih keras dan intens. Di luar negeri, Janice harus menghadapi banyak tantangan:

  • Lawan dengan ranking lebih tinggi
  • Adaptasi cuaca dan lapangan
  • Jauh dari zona nyaman
  • Tekanan mental sebagai atlet muda

Tapi justru di situ prosesnya berjalan. Janice sadar, kalau mau bersaing di level dunia, dia harus membiasakan diri dengan standar internasional sejak sekarang.

Baca juga: Voli Putra Indonesia Raih Perak Usai Final Dramatis SEA Games

ASB Classic 2026 Tantangan Nyata Janice Tjen

Langkah Janice di awal 2026 langsung diuji lewat ASB Classic 2026, turnamen WTA yang prestisius di Auckland, Selandia Baru. Dari hasil drawing, Janice harus menghadapi Sonay Kartal, petenis Inggris yang bukan lawan enteng. Secara ranking dan pengalaman, Sonay Kartal jelas lebih unggul. Tapi justru di sinilah nilai pentingnya. Buat Janice, pertandingan ini bukan cuma soal lolos babak berikutnya, tapi:

  • Mengukur kemampuan melawan pemain top
  • Nambah jam terbang
  • Nambah poin ranking
  • Nambah kepercayaan diri

Di level ini, satu kemenangan bisa berdampak panjang buat karier.

Baca juga: Final Voli SEA Games Indonesia Tantang Thailand

Target Besar 30 Besar Dunia dan Olimpiade 2028

Yang bikin cerita ini makin menarik, Janice nggak malu pasang target tinggi. Dia secara terbuka menyebut ingin menembus 30 besar dunia dan mengamankan tiket Olimpiade Los Angeles 2028. Target ini jelas bukan omong kosong. Dalam tenis profesional, ranking itu segalanya. Semakin tinggi ranking, semakin besar peluang:

  • Masuk turnamen besar
  • Ketemu lawan top
  • Dapat exposure internasional
  • Menarik sponsor

Kalau target ini tercapai, Janice bisa jadi salah satu petenis putri Indonesia paling sukses sepanjang sejarah.

Baca juga: Gagal di SEA Games 2025, PSSI Akhiri Kerja Sama dengan Indra Sjafri

Perjuangan Janice Tjen dan Realita Atlet Muda Indonesia

Di balik sorotan turnamen dan target besar, ada realita yang jarang dibahas. Atlet muda Indonesia seperti Janice harus:

  • Cari pendanaan
  • Atur jadwal turnamen sendiri
  • Berjuang tanpa banyak fasilitas mewah
  • Konsisten di tengah tekanan

Berbeda dengan negara tenis besar, atlet Indonesia sering harus ekstra mandiri. Tapi justru itu yang bikin perjuangan Janice Tjen terasa lebih manusiawi dan relatable. Bukan cerita instan, tapi proses panjang yang penuh naik-turun.

Baca juga: Timnas Voli Putra Indonesia Tumbangkan Filipina di SEA Games 2025

Gaya Main dan Mentalitas yang Terus Berkembang

Secara permainan, Janice dikenal punya:

  • Groundstroker solid
  • Movement lincah
  • Fighting spirit tinggi

Yang paling kelihatan berkembang adalah mental bertanding. Di level internasional, sering kali pertandingan dimenangkan bukan oleh yang paling jago, tapi yang paling tahan tekanan. Janice mulai menunjukkan kedewasaan dalam membaca momentum pertandingan, mengatur tempo, dan tetap tenang di poin-poin krusial.

Baca juga: Timnas Indonesia U23 Kalah 0-1 dari Filipina di SEA Games 2025

Kenapa Perjalanan Janice Layak Diikuti

Buat Gen Z yang suka cerita perjuangan nyata, kisah Janice ini relevan banget. Ini bukan cerita atlet yang langsung viral karena sensasi, tapi karena konsistensi dan kerja keras. Perjalanan Janice ngingetin kalau:

  • Mimpi besar butuh proses panjang
  • Kalah bukan akhir segalanya
  • Berani keluar dari zona nyaman itu wajib

Dan yang paling penting, Janice nunjukin kalau atlet Indonesia bisa punya mimpi global.

Baca juga: Timnas U22 SEA Games 2025 Siap Tempur Lagi

Dari SEA Games ke Dunia Cerita Masih Panjang

ASB Classic 2026 mungkin baru satu langkah kecil dalam perjalanan panjang Janice. Target Olimpiade 2028 masih dua tahun lebih, dengan ratusan pertandingan yang harus dilalui.

Tapi satu hal jelas perjuangan Janice Tjen belum selesai. Dari SEA Games, Selandia Baru, hingga mimpi Olimpiade, semuanya dijalani dengan mindset bertumbuh.

Buat kita yang nonton dari jauh, tinggal satu tugas ikut dukung dan doakan, sambil berharap suatu hari nanti bendera Merah Putih berkibar di panggung tenis Olimpiade. (dny)