Mudik 2026 Makin Aman, KAI Genjot Penertiban Perlintasan Liar Jalur Kereta

Petugas KAI melakukan pemeriksaan jalur rel kereta api

Share

SUARAGONG.COM – Menjelang musim mudik Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia melalui Daerah Operasional (Daop) 9 Jember mulai melakukan penertiban perlintasan liar jalur kereta di wilayah Lumajang dan Probolinggo. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sekaligus menekan risiko kecelakaan saat mobilitas masyarakat meningkat selama arus mudik dan arus balik Lebaran.

Setiap tahun, momen mudik memang selalu bikin mobilitas masyarakat melonjak tajam. Gak cuma jalan raya yang ramai, moda transportasi kereta api juga ikut kebanjiran penumpang. Karena itu, KAI memastikan seluruh jalur kereta benar-benar dalam kondisi aman, steril, dan bebas dari gangguan. Salah satu fokus utama mereka adalah penertiban perlintasan liar jalur kereta, yang selama ini sering jadi titik rawan kecelakaan.

Penertiban Perlintasan Liar Jalur Kereta di Lumajang dan Probolinggo

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa sejauh ini sudah ada dua perlintasan liar yang resmi ditutup. Lokasinya berada di:

  • KM 95+7/8 ruas Bayeman-Probolinggo
  • KM 158+2/3 ruas Jatiroto-Tanggul

Selain itu, ada juga perlintasan di KM 55+7/8 ruas Kalisetail – Temuguruh yang dilakukan penyempitan jalur. Tujuannya simpel membatasi kendaraan besar dan bikin pengendara otomatis menurunkan kecepatan saat melintas.

Menurut Cahyo, langkah ini merupakan bagian dari program penertiban perlintasan liar jalur kereta yang memang dilakukan secara bertahap.

“Dari target delapan titik perlintasan, tiga titik sudah kami eksekusi jelang Lebaran. Ini supaya jalur kereta benar-benar aman saat arus mudik dimulai,” ujar Cahyo, Minggu (8/3/2026).

Perlintasan liar sendiri selama ini dikenal cukup berbahaya karena sering kali tidak memiliki pengamanan resmi. Akibatnya, kendaraan bisa saja melintas tanpa memperhatikan kereta yang sedang melaju.

Baca juga: Pemanfaatan AI ASN Probolinggo Bukan Sekadar Tren

Bangunan Liar di Dekat Rel Juga Ikut Ditertibkan

Gak cuma perlintasan, KAI Daop 9 Jember juga mulai menindak bangunan liar yang berdiri terlalu dekat dengan jalur kereta. Bangunan seperti ini dinilai berpotensi mengganggu keselamatan operasional kereta api. Selain berisiko bagi penghuni, keberadaan bangunan liar juga bisa menyulitkan petugas saat melakukan perawatan rel.

Belum lama ini, satu bangunan liar di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, sudah dibongkar. Langkah ini juga masih menjadi bagian dari program penertiban perlintasan liar jalur kereta agar area sekitar rel tetap sesuai aturan. Dengan area rel yang lebih steril, petugas bisa bekerja lebih leluasa saat melakukan pemeriksaan maupun perbaikan jalur.

Baca juga: Commuter Line Supas Probolinggo Resmi Jalan Tarif Mulai Rp6.000

Edukasi Keselamatan, Bagian dari Penertiban Perlintasan Liar Jalur Kereta

Selain melakukan penertiban fisik, KAI juga aktif melakukan sosialisasi keselamatan kepada masyarakat. Hingga Februari 2026, KAI Daop 9 tercatat sudah menggelar 11 kali sosialisasi di berbagai perlintasan sebidang. Tujuannya jelas meningkatkan kesadaran masyarakat soal keselamatan di jalur kereta. Lewat kegiatan ini, masyarakat diingatkan beberapa hal penting, seperti:

  • Wajib berhenti saat sinyal kereta berbunyi
  • Memastikan jalur rel benar-benar aman sebelum melintas
  • Tidak membuka perlintasan liar

Keselamatan perjalanan kereta api sebenarnya bukan cuma tanggung jawab petugas. Kesadaran masyarakat juga punya peran besar untuk menekan angka kecelakaan. Makanya, penertiban perlintasan liar jalur kereta juga dibarengi dengan edukasi supaya masyarakat makin paham pentingnya aturan ini.

Baca juga: Rangkap Jabatan Tenaga Ajar Honorer di Probolinggo Disorot

Mudik Lebaran 2026 Keselamatan Jadi Prioritas

Persiapan angkutan Lebaran memang selalu jadi fokus utama KAI setiap tahunnya. Saat musim mudik, jumlah perjalanan kereta meningkat dan penumpang juga melonjak drastis.Karena itu, seluruh aspek operasional harus benar-benar siap.

Mulai dari armada, jadwal perjalanan, sampai kondisi jalur rel harus dipastikan aman. Cahyo menegaskan bahwa langkah penertiban perlintasan liar jalur kereta ini adalah bagian dari persiapan menyambut masa angkutan Lebaran.

“Kami ingin memastikan saat arus mudik nanti dimulai, jalur kereta benar-benar steril dan aman sehingga pelayanan kepada pelanggan bisa berjalan lancar,” jelasnya.

Baca juga: Kotak Baca Taman Maramis Probolinggo Kecil Tapi Nendang

Peran Masyarakat Penting untuk Keselamatan Kereta

Upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api sebenarnya gak bisa dilakukan KAI sendirian. Peran masyarakat juga sangat penting, terutama yang tinggal di sekitar jalur rel atau sering melintas di perlintasan kereta. Beberapa hal sederhana bisa membantu meningkatkan keselamatan, misalnya:

  • Tidak membuka perlintasan liar
  • Tidak mendirikan bangunan di dekat rel
  • Mematuhi rambu-rambu perlintasan

Kalau semua pihak saling bekerja sama, keselamatan perjalanan kereta tentu bisa semakin terjaga. Apalagi di momen mudik Lebaran yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat.

Dengan langkah ini yang terus dilakukan, KAI berharap perjalanan kereta selama musim mudik 2026 bisa berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar. (duh/dny)