SUARAGONG.COM – Jumat, 26 September 2025 jadi hari yang nggak bakal dilupain warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Dari pagi sampai malam, suasana desa berubah jadi panggung besar buat masyarakat. Acara Pesse Jati Probolinggo 2025 ini memang bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-666 Kota Probolinggo, tapi vibes-nya tuh lebih dari sekadar seremoni. Warga tumplek blek datang buat ngerayain seni, budaya, sekaligus kebersamaan.
Pagi-pagi udah ada senam bareng yang bikin lokasi acara rame banget. Bayangin aja, bapak-ibu, anak-anak, sampai remaja ikut goyang bareng di lapangan. Selain bikin badan sehat, momen ini jadi ajang silaturahmi. Abis senam, ada sesi ngobrol santai sambil makan kudapan bareng. Simpel sih, tapi inilah bukti kalau kebersamaan bisa tumbuh dari hal kecil.
Lomba Tari Kreasi Pesse Jati Probolinggo 2025
Siang menjelang sore, giliran panggung lomba tari kreasi antar-RW yang bikin penonton heboh. Delapan RW ikutan, masing-masing bawa kostum kece, musik, dan koreografi unik. RW 02 keluar sebagai juara pertama dengan Tari Kreasi Nusantara yang bikin juri terkesima. RW 01 dapet juara dua lewat Tari Jurit Rengganis, sementara RW 08 bawa pulang juara tiga dengan Tari Wasantara.
Bukan cuma soal menang-kalah, tapi lomba ini jadi bukti semangat gotong royong. Dari persiapan kostum, latihan rutin, sampai teriak-teriak dukungan, semua warga turun tangan. Di situ keliatan banget kalau seni bukan cuma tontonan, tapi juga perekat komunitas.
Baca juga: Puspaga Probolinggo Ruang Aman untuk Keluarga
Malam Puncak Pesse Jati Probolinggo 2025
Nah, bagian paling ditunggu-tunggu tentu aja malam puncak. Panggung megah penuh lampu sorot jadi pusat perhatian. Ada penampilan dari Ayin Confidance, Sunshine Entertainment, sampai grup Doyan Wadon yang nutup acara dengan gokil.
Tapi highlight malam itu jelas ada di sendratari Kali Banger karya tim kesenian Trombos. Pertunjukan ini bercerita tentang sejarah panjang Kota Probolinggo, dibalut musik, tari, dan drama teatrikal. Penonton bukan cuma terhibur, tapi juga diajak flashback ke perjuangan kota dari masa ke masa. Seni yang edukatif banget!
Baca juga: Kasus Viral Mie Gacoan Probolinggo Resmi ke Jalur Hukum
Pemimpin Kota Hadir Meramaikan
Biar makin afdol, acara ini juga dihadiri langsung sama Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, ditemani Ketua TP PKK dr. Evariani. Turut hadir juga Camat Mayangan Agus Dwiwantoro dan Lurah Jati Dedi Ristantama. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tapi bentuk nyata dukungan pemerintah ke pelestarian budaya lokal.
Dalam sambutannya, Wali Kota kasih apresiasi setinggi-tingginya buat masyarakat Jati yang konsisten menjaga warisan budaya. Beliau bilang, Pesse Jati Probolinggo 2025 bukan cuma pesta seni, tapi juga motor penggerak ekonomi warga lewat UMKM dan pelaku seni. Jadi, budaya dan ekonomi bisa jalan bareng.
Baca juga: Tetangga Bejat di Rusunawa Probolinggo, Polisi Tangkap Pelaku Pemerkosaan
Seni, Ekonomi, dan Kebersamaan di Pesse Jati Probolinggo 2025
Kalau dipikir-pikir, Pesse Jati ini bukan cuma hiburan musiman. Acara kayak gini tuh punya impact besar buat masyarakat. Bayangin, sepanjang acara banyak banget UMKM yang buka lapak: dari makanan, minuman, sampai kerajinan tangan khas Probolinggo. Warga yang datang nonton nggak cuma menikmati seni, tapi juga belanja produk lokal. Hasilnya? Ekonomi berputar, UMKM senyum lebar.
Intinya, Pesse Jati jadi contoh nyata gimana seni bisa menyatu sama kehidupan sehari-hari. Budaya tetap lestari, ekonomi jalan, dan warga makin solid.
Baca juga: Kota Probolinggo Jalani Validasi Lapangan Kota Sehat 2025
Menjaga Tradisi, Merawat Kreativitas
Kesuksesan Pesse Jati Probolinggo 2025 buktiin kalau masyarakat sini nggak cuma sibuk nguri-uri tradisi, tapi juga terus berinovasi. Dari lomba tari, sendratari, sampai musik, semua ditampilkan dengan sentuhan baru yang tetap rooted ke budaya lokal.
Selain itu, acara ini nunjukin kalau seni tuh punya kekuatan luar biasa buat nyatuin orang. Beda usia, beda latar belakang, semua cair lewat kebersamaan. Identitas kota juga makin kuat karena ada ruang buat masyarakat berekspresi.
Pesta Rakyat yang Sesungguhnya
Akhir kata, Pesse Jati Probolinggo 2025 adalah pesta rakyat dalam arti yang sebenarnya. Ada kebersamaan, ada seni, ada sejarah, ada UMKM, dan tentu aja ada kebahagiaan bersama. Harapan besar buat tahun depan adalah acara ini bisa lebih meriah lagi dengan karya seni yang lebih beragam.
Seperti kata Wali Kota, Pesse Jati bukan cuma event sekali setahun, tapi simbol bahwa Probolinggo terus bersolek dan tumbuh lewat seni dan kebersamaan warganya. (duh/dny)