Playground Anak dan Air Mancur Jadi Item Termahal Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang

DLH Kota Malang mengungkap playground anak dan air mancur menjadi item termahal revitalisasi Alun-Alun Merdeka.

Share

SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengungkapkan bahwa fasilitas playground anak dan air mancur menjadi dua komponen dengan nilai anggaran terbesar dalam proyek revitalisasi Alun-Alun Merdeka Kota Malang.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, saat ditemui di sela kegiatan revitalisasi kawasan alun-alun.

Playground dan Air Mancur Serap Anggaran Terbesar Revitalisasi Alun-Alun Merdeka

Gamaliel menjelaskan, besarnya anggaran playground dipengaruhi oleh spesifikasi dan standar keamanan yang digunakan. Meski dirancang oleh putra daerah asal Malang, produk playground tersebut memiliki showroom di Malaysia sehingga secara administratif masuk kategori impor.

“Playground anak-anak ini sebenarnya dibuat oleh orang Malang, hanya saja showroom-nya berada di Malaysia. Jadi bisa dibilang impor, dan itu yang membuat harganya cukup mahal,” ujarnya.

Ia menegaskan revitalisasi playground tidak dilakukan secara menyeluruh. Sejumlah bagian masih dipertahankan, sementara beberapa elemen diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya pada bagian alas, besi, serta cat.

“Tidak diubah total. Ada bagian yang diperbaiki, ada yang ditambahkan. Terutama alas, besi, dan cat yang digunakan, yang sudah disesuaikan dengan standar keamanan anak,” jelasnya.

Cat yang diaplikasikan, lanjut Gamaliel, telah melalui kajian perencana dan dinyatakan aman untuk aktivitas anak-anak.

Baca Juga : Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang Kelar, Tempat Nongki Baru Warga Malang

Air Mancur Jadi Komponen Mahal Lainnya

Selain playground, fasilitas air mancur juga menjadi salah satu item dengan pembiayaan terbesar dalam proyek revitalisasi tersebut. Meski demikian, Gamaliel mengaku tidak mengingat secara detail besaran anggaran masing-masing item.

“Yang jelas playground dan air mancur itu dua fasilitas dengan nilai pembiayaan paling besar,” katanya.

Skate Park Masih Tahap Perbaikan Dasar

DLH Kota Malang juga melakukan perbaikan pada arena skate park di kawasan Alun-Alun Merdeka. Namun, perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat dasar tanpa perubahan desain signifikan.

“Untuk skate park, sementara ini hanya perbaikan. Kami belum sempat berkonsultasi dengan atlet atau pelatih skateboard,” terangnya.

Menanggapi keluhan masyarakat terkait skate park yang kerap digunakan anak-anak kecil sebagai area bermain, pihaknya berencana melakukan evaluasi lanjutan.

Skate Park Akan Dibuat Lebih Permanen

Ke depan, skate park direncanakan akan dibuat lebih permanen dengan pembatas agar fungsinya tidak tumpang tindih dengan area bermain anak.

“Kami akan mencoba membuat skate park itu permanen, mungkin dengan pagar pembatas supaya tidak semua anak kecil bisa masuk. Ke depan juga akan kami sesuaikan model lintasan dan desainnya,” ujar Gamaliel.

DLH Kota Malang berencana menggandeng Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang, atlet skateboard, serta pengurus cabang olahraga terkait dalam perencanaan lanjutan. Pengajuan anggaran tambahan nantinya akan diupayakan melalui APBD maupun kerja sama branding dengan Bank Jatim. (Aye/sg)