SUARAGONG.COM – Banyak yang bilang Malang itu cuma soal Jatim Park atau Bromo doang. Kalau Main mu masih kesitu doang, itu mah masih cetek kidz. Well, think again! Ternyata Kabupaten Malang lagi nyimpen “senjata rahasia” yang bakal bikin daerah lain iri. Nggak tanggung-tanggung, ada 390 desa di Kabupaten Malang yang punya potensi buat disulap jadi ikon wisata kelas dunia!
Malang On Fire! 390 Desa Siap Jadi Hidden Gem Wisata, Potensi Cuan Triliunan!
Anggota DPRD Jawa Timur, Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, baru aja spill data BPS 2025 yang bikin geleng-geleng kepala. Ternyata, kalau ratusan desa ini dikelola dengan vibe yang bener, Malang bisa punya ekosistem ekonomi baru yang kuat banget.
FT : Anggota DPRD Jawa Timur, Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas sebut 390 Desa Kabupaten Malang Siap Jadi Hidden Gem Wisata (Wahyu/sg)
Cuan Bertebaran di Tiap Sudut Desa
Pak Puguh nggak cuma asal ngomong. Beliau memprediksi kalau semua potensi desa wisata ini dimaksimalkan, perputaran duitnya bisa nyampe Rp 1,2 sampai Rp 1,5 triliun per tahun!
Duit segede itu datanya dari mana? Ya dari kita-kita ini:
- Tiket Masuk: Buat yang hobi hunting spot foto.
- Kuliner Lokal: Buat yang lidahnya nggak bisa lepas dari masakan desa yang otentik.
- Homestay: Buat yang pengen healing jauh dari kebisingan kota.
- Creative Products: Oleh-oleh unik buatan warga desa yang nggak bakal nemu di mall.
Buktinya, di tahun 2025 aja, pajak hiburan dari sektor wisata Malang udah nyaris tembus target di angka Rp 7,9 miliar. Itu baru pemanasan, lho!
Baca Juga : Lebaran Makin Dekat, Kota Batu Siap-Siap Hadapi Ledakan Wisatawan
Strategi Biar Nggak Cuma Jadi “Wisata Musiman”
Tapi emang bener sih, punya potensi doang nggak cukup kalau aksesnya masih offroad atau sinyalnya timbul tenggelam. Pak Puguh nekenin kalau kita butuh strategi biar desa wisata ini long-term, bukan cuma viral sebentar terus sepi.
Beberapa langkah “Satu Frekuensi” yang harus dikejar:
- Infrastruktur Juara: Jalanan ke pantai, gunung, atau air terjun harus mulus biar nggak bikin emosi di jalan.
- SDM Berkualitas: Warga lokal harus jago ngelola wisatanya sendiri (jadi bos di desa sendiri, kelaz kan?).
- Community Based: Masyarakat desa wajib jadi pemeran utama, bukan cuma penonton pas turis dateng.
Tantangan di Depan Mata
Emang nggak gampang sih. Masih ada masalah klasik kayak fasilitas yang belum rata sampai kekhawatiran soal budaya lokal yang kegusur komersialisasi. Makanya, Pak Puguh ngajak kolaborasi lintas sektor—mulai dari pemerintah, kampus, sampai pengusaha—buat bareng-bareng bangun ekosistem ini.
“Desa wisata itu bukan sekadar tempat liburan, tapi mesin penggerak ekonomi warga. Kalau dikelola oke, warga sejahtera, daerah makin kaya,” — Puguh Wiji Pamungkas.
Buat kalian yang lagi cari ide weekend getaway atau pengen healing tipis-tipis, siap-siap aja karena daftar wishlist kalian di Malang bakal makin panjang. Desa wisata di Malang bukan cuma soal pemandangan, tapi soal masa depan ekonomi kita semua! (Wahyu/Aye/sg)