Probolinggo SAE Run Highway 2026 Hadirkan Maraton Resmi di Tol

Share

SUARAGONG.COM – Kabupaten Probolinggo menorehkan sejarah baru dalam pengembangan olahraga dan pariwisata. Untuk pertama kalinya, ajang lari maraton resmi digelar di ruas jalan tol bebas hambatan melalui Probolinggo SAE Run Highway 2026. Minggu (8/2/2026) pagi. Event ini sekaligus mengukuhkan Probolinggo sebagai ikon baru sport tourism di Jawa Timur.

Probolinggo SAE Run Highway 2026 Cetak Sejarah, Maraton Resmi Digelar di Jalan Tol

Ajang ini berlangsung di ruas Tol Prosiwangi yang menghubungkan Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi. Infrastruktur strategis nasional tersebut disulap menjadi lintasan lari yang steril, aman, dan nyaman bagi ribuan peserta.

Panitia menghadirkan tiga kategori lomba, yakni 10K, 5K, dan 2,5K. Membuka ruang partisipasi bagi pelari profesional hingga masyarakat umum yang ingin merasakan sensasi berlari di jalan tol.

Antusiasme Peserta dari Berbagai Daerah

Sejak pagi, antusiasme peserta tampak tinggi. Tidak hanya warga lokal, pelari dari berbagai daerah turut ambil bagian. Konsep lari di jalan tol menjadi pengalaman unik yang jarang ditemui.

Untuk menambah semarak, panitia menyiapkan hadiah menarik, termasuk satu unit sepeda motor bagi pelari tercepat kategori 10K serta penghargaan kostum terunik.

Dilepas Bupati dan Wakil Bupati

Event ini dilepas langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama Wakil Bupati Fahmi AHZ, jajaran PT Jasa Marga, dan unsur Forkopimda. Tak sekadar simbolis, Bupati dan Wakil Bupati juga ikut berlari bersama peserta.

Kehadiran pimpinan daerah di lintasan menjadi bukti dukungan nyata terhadap olahraga dan gaya hidup sehat.

Probolinggo SAE Run Highway 2026 juga dimeriahkan atraksi paralayang yang melintas di atas lintasan lomba. Di area panggung utama, berjajar stand UMKM dan kuliner lokal, menegaskan konsep sport tourism yang berdampak langsung pada pergerakan ekonomi warga.

Terobosan Olahraga dan Pariwisata

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris menyebut event ini sebagai terobosan yang menggabungkan olahraga, pariwisata, dan pemanfaatan infrastruktur secara kreatif.

“Untuk pertama kalinya maraton resmi digelar di jalan tol bebas hambatan. Ini sejarah dan bagian dari upaya menghadirkan ikon sport tourism Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, lari di tol memberikan lintasan yang steril dan aman. “Di sini peserta bebas lari sekencang-kencangnya tanpa terganggu lalu lintas,” tegasnya.

Apresiasi bagi Atlet Lari

Sebagai dukungan terhadap komunitas lari, Bupati menyiapkan hadiah khusus sepeda motor bagi juara 10K. Langkah ini diharapkan memotivasi atlet dan memperkuat ekosistem olahraga lari di Probolinggo.

Bupati Haris mengapresiasi dukungan PT Jasa Marga, Forkopimda, sponsor, dan seluruh pihak. Ia berharap event ini menjadi agenda tahunan.

“Ke depan, pintu Tol Kraksaan kami harapkan menjadi ikon besar Jasa Marga sekaligus ikon sport tourism Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Ia menegaskan tujuan utama event ini bukan sekadar kompetisi. “Yang utama sehat dan persaudaraan. Semoga menjadi kebanggaan bersama,” pungkasnya.

Baca Juga : Pemkot Probolinggo Restocking Ikan di Ranu Sentong

Tonggak Sport Tourism Probolinggo

Dengan konsep unik dan kolaborasi lintas sektor, Probolinggo SAE Run Highway 2026 dinilai sebagai tonggak awal destinasi sport tourism unggulan. Yang mampu mengangkat nama daerah di tingkat regional hingga nasional. (Aye/sg).