SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menegaskan bahwa kolaborasi antarwilayah di Malang Raya menjadi kunci utama dalam menyukseskan program nasional pembangunan 3 juta rumah. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, usai mengikuti rapat koordinasi (Rakor) bersama Kementerian Perumahan.
Pemkot Malang Dorong Kolaborasi Malang Raya untuk Sukseskan Program 3 Juta Rumah
Dalam Rakor tersebut, pembahasan difokuskan pada skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan serta evaluasi dan penyesuaian target pembangunan rumah di tiap daerah. Wahyu menilai, Kota Malang memiliki karakteristik yang berbeda dibanding wilayah sekitarnya, terutama terkait harga tanah yang relatif lebih tinggi.
“Untuk Kota Malang, harga tanah memang berbeda dengan Kabupaten Malang. Ada standarisasi tipe rumah dan batas harga jual yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perumahan dan tidak boleh dilampaui,” ujar Wahyu.
Target KUR Lebih Realistis di Kabupaten Malang
Perbedaan karakter wilayah tersebut, menurut Wahyu, berpengaruh pada penetapan target pembangunan rumah berbasis KUR. Ia menyampaikan langsung kepada Menteri Perumahan bahwa target KUR lebih realistis difokuskan di Kabupaten Malang. Sementara Kota Malang memiliki peran berbeda dalam ekosistem perumahan Malang Raya.
“Target KUR memang lebih banyak di Kabupaten Malang. Kami sampaikan bahwa Kota Malang ini berbeda. Tetapi pertumbuhan rumah di Kota Malang tetap terjadi karena faktor aksesibilitas dan peningkatan fasilitas,” jelasnya.
Wahyu menyebut, Kota Malang memiliki daya tarik kuat sebagai pusat pendidikan, perkantoran, dan pariwisata. Kehadiran perguruan tinggi, pusat ekonomi, hingga destinasi wisata membuat Kota Malang terus menjadi magnet aktivitas masyarakat.
“Ada perguruan tinggi, ada kantor, ada wisata. Itu yang membuat orang datang dan beraktivitas di Kota Malang. Jadi kita ini saling mengisi dengan daerah sekitar,” katanya.
Baca Juga : Pendapatan Pajak Daerah Kota Malang 2025 Lampaui Target
Ekosistem Saling Menguntungkan Antarwilayah
Dalam Rakor tersebut, Pemkot Malang juga menekankan bahwa pelaksanaan program 3 juta rumah harus tetap menjaga kondusivitas dan keharmonisan antarwilayah, khususnya antara Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Terkait kerja sama lintas daerah, Wahyu memastikan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang sudah dan akan terus berjalan. Bahkan, saat kunjungan Menteri Perumahan sebelumnya, seluruh daerah di Malang Raya telah dikumpulkan untuk menyamakan langkah.
“Kami berkolaborasi. Target itu bukan hanya Kota Malang, tapi Malang Raya. Rumah bisa dibangun di Kabupaten Malang, sementara aktivitas ekonomi dan fasilitas pendukungnya ada di Kota Malang,” paparnya.
Ia mencontohkan pola yang selama ini sudah terjadi di masyarakat, di mana banyak warga memilih tinggal di Kabupaten Malang namun bekerja dan beraktivitas di Kota Malang.
“Rumahnya di Kabupaten Malang, tetapi mereka hidup, bekerja, dan berkembang di Kota Malang. Itu ekosistem yang harus dijaga bersama,” tegasnya.
Target Masih Dalam Tahap Koordinasi
Saat ditanya soal angka pasti target pembangunan rumah di Malang Raya, Wahyu mengaku masih perlu koordinasi lanjutan antar daerah. Namun secara umum, hasil evaluasi dinilai berada di posisi aman.
“Angka pastinya saya lupa, karena saat dipanggil Pak Menteri kami harus koordinasi dulu dengan Malang Raya. Tapi insyaallah hasil evaluasi hari ini posisi kita aman, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah, ada di tengah-tengah,” pungkasnya.
Dengan pendekatan kolaboratif tersebut, Pemkot Malang berharap program 3 juta rumah dapat berjalan efektif, realistis, serta memberi manfaat merata bagi masyarakat di seluruh wilayah Malang Raya.(Fat/Aye/sg)