Program Bunga Desaku di Suco Mumbulsari Diserbu Warga

Program jemput bola administrasi kependudukan (adminduk) milik Pemkab Jember, Bunga Desaku, kembali membuktikan efektivitasnya

Share

SUARAGONG.COM – Program jemput bola administrasi kependudukan (adminduk) milik Pemkab Jember, Bunga Desaku, kembali membuktikan efektivitasnya. Digelar di RTH depan Kantor Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026), layanan ini sukses menuntaskan 70 dokumen kependudukan hanya dalam sehari.

Bunga Desaku di Suco Mumbulsari Diserbu Warga, 70 Dokumen Adminduk Tuntas Sehari

Warga pun dibuat lega. Mereka tak lagi harus pergi jauh ke kantor Dispendukcapil di pusat kota atau mengeluarkan biaya tambahan untuk mengurus dokumen penting.

Melalui unit layanan keliling “Monalisa”, berbagai kebutuhan adminduk bisa diselesaikan dalam satu tempat. Mulai dari KTP elektronik, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga akta kematian, semuanya diproses cepat dengan suasana yang santai khas pedesaan.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang, menyebut program ini memang dirancang untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat. Sejak awal tahun 2026, timnya rutin turun langsung ke desa-desa.

“Tujuan kami sederhana, warga tidak boleh kesulitan hanya karena urusan administrasi. Hari ini 70 dokumen selesai di Suco, berikutnya kami lanjut ke desa lain,” ujarnya.

Ia juga memastikan ketersediaan blangko KTP dalam kondisi aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi kendala klasik seperti kehabisan stok.

Sarana Edukasi Untuk Warga

Selain mempercepat pelayanan, program ini juga menjadi sarana edukasi bahwa pengurusan adminduk itu mudah dan gratis, selama persyaratan lengkap. Langkah ini sekaligus meminimalisir praktik percaloan yang kerap meresahkan warga.

Manfaatnya pun langsung dirasakan masyarakat. Para orang tua kini lebih mudah mengurus KIA untuk anak tanpa harus bepergian jauh. Begitu pula warga yang membutuhkan KTP untuk keperluan bantuan sosial atau layanan perbankan, bisa selesai dalam hitungan jam.

Pemkab Jember menilai, program Bunga Desaku bukan sekadar layanan administrasi, tetapi bagian dari upaya memperkuat data kependudukan yang akurat. Dengan data yang tertata rapi, perencanaan pembangunan daerah bisa dilakukan lebih tepat sasaran.

“Peta layanan sudah kami susun sejak awal tahun, jadi kami tahu wilayah mana yang perlu prioritas,” tambah Bambang.

Baca Juga : Kecamatan Situbondo Gandeng YDSF Santuni 70 Anak Yatim

Pelayanan Optimal

Bagi warga yang belum sempat memanfaatkan layanan ini, pemerintah memastikan pelayanan di tingkat kecamatan kini juga semakin optimal. Namun, kehadiran Bunga Desaku langsung di tengah masyarakat tetap menjadi solusi paling praktis.

Keberhasilan di Desa Suco ini pun akan menjadi acuan untuk pelaksanaan di desa-desa berikutnya, agar pelayanan publik semakin cepat, tepat, dan memuaskan. (Rio/aye/sg)