Ramadhan Mode ON! Siswa SMAN 1 Panji Digembleng Pesantren

Pesantren Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Panji Ajak Siswa Upgrade Iman dan Karakter

Share

SUARAGONG.COM – Bulan Ramadhan bukan cuma soal nahan lapar dan haus. Di SMA Negeri 1 Panji (Smaji), Ramadhan jadi momen “upgrade diri” lewat Pesantren Ramadhan 1447 H. Mengusung tema “Menyemai Taqwa, Menuai Berkah Ramadhan untuk Jalan Menuju Kedamaian Hati”.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala SMAN 1 Panji, Hamidah, dan diikuti seluruh siswa kelas X dan XI, Senin (2/3/2026) di Aula Smaji Situbondo.

Pesantren Ramadhan 1447 H, SMAN 1 Panji Ajak Siswa Upgrade Iman dan Karakter

Pesantren Ramadhan ini digelar selama dua pekan. Minggu pertama diikuti siswa kelas X, sementara pekan berikutnya giliran kelas XI.

Menurut Hamidah, kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi jadi ruang pembinaan karakter dan penguatan iman di bulan suci. Rangkaian kegiatannya pun nggak setengah-setengah:

  • Sholat dhuha berjamaah
  • Tadarus Al-Qur’an
  • Gerakan mengaji
  • Tausyiah hikmah puasa
  • Unjuk kreasi islami
  • Bakti sosial dan santunan anak yatim

Jadi bukan cuma duduk dengar ceramah, tapi juga praktik langsung dan aksi sosial.

Ramadhan Bukan Waktu Buat Scroll Tanpa Arah

Di tengah era digital, pesan penting juga disampaikan untuk para siswa: bijak menggunakan handphone. Hamidah berharap momen Ramadhan bisa dimanfaatkan untuk fokus memperbaiki diri, bukan malah tenggelam dalam layar gawai.

“Dalam acara Pesantren Ramadhan ini, kami juga berpesan kepada peserta didik agar bijak dalam menggunakan handphone. Sehingga di momen Bulan Ramadhan, siswa-siswi bisa tetap fokus untuk meningkatkan karakter, ketakwaan dan keimanan,” harapnya.

Bukan Cuma Seremonial, Tapi Investasi Karakter

Pesantren Ramadhan di Smaji ini jadi bukti bahwa sekolah tak hanya mengejar nilai akademik, tapi juga pembentukan karakter.

Dengan kombinasi ibadah, kreativitas, dan kepedulian sosial, diharapkan para siswa tak hanya “lulus ujian sekolah”, tapi juga lulus dalam perjalanan memperbaiki diri.

Ramadhan jadi momentum, bukan sekadar rutinitas. (Mam/Aye/sg)