Ramai Kabur Aja Dulu, Kak Seto Sebut Brain Drain

Ft : Media Sosial tengah diramaikan Hashtag Kabur Aja Dulu, Kak Seto mengaitkan fenomena ini dengan istilah brain drain/sc : AI Image

Share

SUARAGONG.COM – Gaes !!! Belakangan ini, media sosial sedang ramai dengan seruan Hastag Kabur Aja Dulu . Dimana Hastag ini digunakan sebagai untuk mencerminkan kegelisahan generasi muda terkait peluang dan apresiasi di dalam negeri kita sendiri, Indonesia.

Banyak yang merasa kalau lebih baik mencari kesempatan di luar negeri daripada bertahan tanpa kejelasan di negeri sendiri. Namun Gaes, ada tanggapan Unik dari Psikolog Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto atas tren ini.

Kak Seto mengaitkan fenomena ini dengan istilah brain drain, yaitu perpindahan orang-orang berkemampuan tinggi ke luar negeri karena kurangnya fasilitas atau dukungan di dalam negeri.

Brain Drain: Pergi Sementara, Tapi Nasionalisme Tetap Tinggi

Menurut Kak Seto, brain drain bukanlah hal baru. Banyak intelektual dan tokoh muda kreatif akhirnya memilih hijrah ke luar negeri demi mengembangkan potensi mereka. Namun, bukan berarti mereka kehilangan rasa nasionalisme. Ia mengambil contoh pak Habibie yang keluar negeri untuk belajar demi kemajuan Indonesia. Gokil!!

“Kita lihat seperti Pak Habibie yang cukup lama di Jerman. Tapi nasionalismenya tetap tinggi dan akhirnya kembali untuk membangun Indonesia,” kata Kak Seto dalam wawancara via telepon, Sabtu (15/2/2025).

Hal ini juga yang menurutnya mirip dengan Kabur aja dulu. Kata “dulu” dalam tagar ini menunjukkan bahwa kepergian tersebut bersifat sementara. Yang mana bukan berarti mereka tak ingin kembali ke tempat kelahirannya.

“Kalau tagarnya ‘Kabur Aja Ah’, mungkin bisa diartikan udah nggak mau balik lagi. Tapi ‘Kabur Aja Dulu’ ada harapan buat kembali dan berkontribusi,” tambahnya.

Baca Juga : Fenomena Koin Jagat Bikin Taman Surabaya Rusak DPRD Jatim Minta Pemerintah Segera Tindak!

Sisi Positif Fenomena Kabur Aja Dulu

Kak Seto menegaskan bahwa fenomena ini tak harus selalu dipandang negatif. Jika tujuannya untuk mencari peluang dan memperkuat skill, maka sah-sah saja. Hal positif ini lah yang kak seto lihat dari pengamatannya akan fenomena ini gaes!

“Jangan sekadar putus asa lalu mengeluh, tapi manfaatkan kesempatan. Ada yang sukses di luar, ada juga yang memilih tetap bertahan di Tanah Air dengan segala kreativitasnya,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia tengah menuju Indonesia Emas 2045, di mana akan sangat dibutuhkan generasi muda yang siap membangun negeri.

“Beberapa kalangan justru sedang mengisi energi dengan memanfaatkan peluang di luar negeri. Tapi pada akhirnya, mereka ingin kembali dan berkontribusi untuk Indonesia,” ujarnya.

Jadi, daripada pandangan Kak Seto dalam melihat #KaburAjaDulu sebagai bentuk pesimisme, lebih baik melihatnya sebagai strategi. Pergi bukan berarti lari dari tanggung jawab, tapi bisa jadi langkah untuk kembali dengan lebih banyak ilmu dan pengalaman. Apa Kamu Setuju Gaes?(aye)

Baca Juga Artikel Berita Lain dari Suaragong di Google News