Raperda BUMD Transjatim 2026 Harapan Baru Transportasi Jatim

Raperda BUMD Transjatim Rampung 2026

Share

SURABAYA, SUARAGONG.COM – Pembahasan Raperda BUMD Transjatim 2026 akhirnya menemukan titik terang. Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Harisandi Savari, memastikan regulasi ini bakal dirampungkan tahun depan.

Padahal, awalnya Raperda ini sudah masuk rencana pembahasan tahun 2025. Tapi ya namanya juga proses kebijakan, kadang nggak bisa secepat story Instagram 15 detik. Akhirnya targetnya digeser ke 2026. Menurut Harisandi, pembentukan BUMD khusus untuk Transjatim itu penting banget. Bukan cuma soal legalitas, tapi soal masa depan transportasi publik di Jawa Timur.

Kenapa Raperda BUMD Transjatim 2026 Penting Banget?

Harisandi yang juga politisi PKS menjelaskan, selama ini Transjatim masih menghadapi berbagai keterbatasan. Mulai dari jalur yang belum maksimal sampai persoalan pendanaan dari Pemprov Jawa Timur yang belum sepenuhnya kuat untuk ekspansi besar-besaran.

“Kita lagi fokus bagaimana Transjatim ini punya BUMD sendiri. Manfaatnya banyak banget buat masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Menurutnya, kalau Transjatim sudah punya badan usaha sendiri, pengelolaannya bisa lebih fleksibel, lebih mandiri, dan tentu saja lebih berkembang. Nggak melulu tergantung pada skema anggaran dinas.

Dan yang bikin makin menarik, dalam setahun terakhir saja, Transjatim sudah menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,5 miliar. Angka yang nggak kecil untuk layanan transportasi publik. Artinya? Potensinya masih bisa digeber lagi.

Baca juga: 61 Ribu Warga Surabaya Turun Bersih-Bersih Peringati HPSN 2026

Target Perluasan Layanan dan Titik Halte Baru

Komisi D DPRD Jatim saat ini lagi kebut pembahasan regulasi yang menaungi operasional Transjatim. Raperda ini sebenarnya sudah digarap sejak tahun lalu, tapi karena waktu yang mepet, pembahasannya belum bisa maksimal. Harisandi juga mengakui memang agak telat dibanding target awal. Tapi sekarang pembahasannya dapat perhatian khusus karena performa Transjatim dinilai cukup positif.

Salah satu fokus utama dalam pembahasan Raperda BUMD Transjatim 2026 adalah soal perluasan titik halte dan jalur baru. Contohnya Banyuwangi. Anggota Komisi D dari daerah pemilihan Banyuwangi mendorong agar wilayah tersebut segera mendapatkan layanan Transjatim.

Masalahnya? Lagi-lagi dana. Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur masih memiliki keterbatasan anggaran untuk menambah titik dan memperluas rute. Jadi nggak bisa langsung semua daerah kebagian dalam waktu cepat. Padahal permintaan masyarakat terus berdatangan.

Baca juga: Wali Kota Eri Cahyadi Ajak Mahasiswa FEB UNAIR Manfaatkan AI untuk Peluang Bisnis

Harapan 38 Kabupaten Kota Bisa Nikmatin Transjatim

Kalau ngomongin Transjatim, respons masyarakat sebenarnya cukup positif. Busnya dinilai murah, nyaman, aman, dan bisa menjangkau masyarakat kelas bawah. Buat banyak orang, ini solusi transportasi yang realistis. Nggak ribet, nggak mahal, dan jelas membantu mobilitas harian. Karena itu, DPRD berharap ke depan seluruh 38 kabupaten/kota di Jawa Timur bisa menikmati layanan ini.

Harisandi bilang, pihaknya sekarang lagi mikir keras gimana caranya permintaan daerah seperti Banyuwangi bisa terwujud tanpa bikin anggaran jebol.

“Bus Transjatim ini transportasi murah, berkualitas, aman, nyaman, dan menjangkau masyarakat kelas bawah,” katanya.

Kalau nantinya BUMD Transjatim resmi terbentuk lewat regulasi tahun 2026, harapannya pengelolaan keuangan bisa lebih kuat dan ekspansi layanan lebih cepat.

Baca juga: Pemkot Surabaya Luncurkan Mobile Clinic Kesehatan Ibu dan Anak

Raperda BUMD Transjatim 2026 dan Masa Depan Transportasi Jatim

Secara garis besar, Raperda BUMD Transjatim 2026 bukan cuma soal administrasi atau aturan di atas kertas. Ini soal arah kebijakan transportasi publik di Jawa Timur ke depan. Kalau regulasi ini selesai dan berjalan lancar, Transjatim bisa berkembang jadi sistem transportasi yang lebih modern dan mandiri.

Tantangannya jelas ada pendanaan, infrastruktur, dan pemerataan layanan. Tapi dengan kontribusi PAD yang sudah terlihat dan respons publik yang positif, peluangnya juga besar.

Sekarang tinggal bagaimana DPRD dan Pemprov Jatim bisa menyelaraskan regulasi, anggaran, dan kebutuhan masyarakat. Yang jelas, masyarakat berharap bukan cuma wacana. Tapi benar-benar ada bus Transjatim yang lewat di depan rumah mereka dalam waktu dekat. (wahyu/dny)