SURABAYA, SUARAGONG.COM – Program renovasi rumah Surabaya 2026 kembali menunjukkan hasil nyata. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menghadiri langsung serah terima 100 unit rumah dalam Program Bebenah Kampung Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih di Kantor Kecamatan Wonokromo, Senin (9/2/2026). Program ini bukan kerja satu pihak saja. Ada kolaborasi antara Pemkot Surabaya, Pemerintah Pusat, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dengan satu tujuan yang sama: bikin rumah warga kurang mampu jadi lebih layak dan manusiawi.
Gotong Royong Jadi Kunci Renovasi Rumah Surabaya 2026
Dalam sambutannya, Eri Cahyadi menegaskan kalau Surabaya dibangun bukan oleh satu golongan. Semua warga punya peran, tanpa melihat suku, agama, atau latar belakang apa pun.
“Warga Surabaya jangan mau dipecah belah. Rumah panjenengan ini dibangun bareng-bareng, bukan oleh satu suku saja. Siapa pun yang hidup dan membesarkan Surabaya, dialah warga Surabaya sejati,” kata Eri.
Menurutnya, pemerintah nggak mungkin jalan sendirian. Butuh kebersamaan, gotong royong, dan rasa saling peduli supaya pembangunan benar-benar terasa sampai ke level warga.
Baca juga: Khofifah: Pers Berkualitas Jaga Demokrasi
Renovasi Rumah Surabaya 2026 Fokus Warga Pra-Sejahtera
Soal teknis perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Eri menegaskan Pemkot Surabaya bakal mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial. Mulai 2026, penerima bantuan akan diprioritaskan untuk warga desil 1 sampai 5 alias keluarga pra-sejahtera.
“Saya harus berani. Kalau rumahnya mau roboh tapi pemiliknya masih mampu, mohon maaf, kita utamakan yang benar-benar tidak mampu dulu,” tegasnya.
Langkah ini diambil supaya bantuan tepat sasaran, adil, dan nggak salah alamat.
Baca juga: Tragedi Siswa SD Cermin Kemiskinan Ekstrem Indonesia
Dari Sedekah Kecil, Dampaknya Bisa Besar
Eri juga mengajak warga yang punya rezeki lebih untuk terus berbagi lewat zakat, infak, dan sedekah di lembaga resmi atau gerakan sosial.
“Sedekah itu menjauhkan bala dan mendatangkan rezeki. Jangan nunggu kaya dulu baru bantu orang,” ujarnya santai tapi penuh makna.
Ia berharap, kolaborasi yang sudah terbangun ini bisa terus berlanjut untuk menekan angka kemiskinan dan memastikan semua warga Surabaya punya rumah yang sehat dan aman.
Baca juga: PDTS KBS Pastikan Kesejahteraan Satwa Jadi Prioritas
Target 500 Rumah, Yayasan Tzu Chi Gaspol
Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya, Vivian Fan, menyebut program ini adalah bagian dari komitmen nasional yayasan untuk merenovasi 5.000 rumah di 13 kota di Indonesia.
“Khusus Surabaya, target kami 500 unit. Hari ini 100 unit sudah diserahterimakan, 118 unit lagi sedang proses dan ditargetkan selesai sebelum Lebaran,” jelasnya.
Sisanya, sebanyak 282 unit, akan menyusul secara bertahap.
Vivian juga mengajak masyarakat ikut terlibat lewat gerakan “Satu Koin, Satu Doa”, sebagai simbol gotong royong dan estafet kebaikan.
Baca juga: Jusuf Kalla Soroti Ekonomi Makro Pendidikan Tinggi
Warga Merasa Hidupnya Ikut Dibenahi
Rasa syukur datang dari para penerima manfaat. Salah satunya Trianto Santosa, warga Kelurahan Ngagel Rejo.
“Dulu rumah saya bocor semua. Sekarang Alhamdulillah sudah bagus dan layak. Terima kasih Pak Wali Kota, Pak Presiden Prabowo, dan Yayasan Tzu Chi,” ucapnya haru.
Baca juga: RUU Sisdiknas DPR RI Harus Tetap Berpijak pada UUD 1945
Ribuan Rumah Masuk Target Pemkot Surabaya
Sebagai catatan, pada tahun 2026, Pemkot Surabaya menargetkan perbaikan 3.242 unit Rutilahu. Rinciannya:
- 2.240 unit dari APBD Kota Surabaya
- 1.002 unit dari bantuan non-APBD, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi dan sektor swasta
Program renovasi rumah Surabaya 2026 ini jadi bukti kalau gotong royong masih relevan, bahkan di tengah kota besar. Bukan cuma bangunan yang diperbaiki, tapi juga harapan hidup warganya. (wahyu/dny)