SUARAGONG.COM – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan kunjungan monitoring program “Kampung Pancasila” di Balai RW 9 Lemah Putro, Kelurahan Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Sabtu (21/2/2026). Dalam pertemuan hangat bersama warga, ia menegaskan bahwa nilai Pancasila harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui transparansi data kemiskinan dan semangat gotong royong.
Cak Eri Puji RW 9 Lemah Putro, Kampung Mandiri yang Hidupkan Nilai Pancasila
Eri mengapresiasi sistem kemandirian yang telah berjalan di wilayah tersebut. RW 9 Lemah Putro dinilai berhasil membangun dana sosial mandiri untuk membantu warga sakit sebesar Rp250.000 per orang. Serta dukungan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Pancasila itu tidak lagi hanya dalam lisan, tapi dalam langkah dan perbuatan. Saya bangga dengan RW 9 ini. Karena sudah menjalankan Kampung Mandiri,” ujar Eri.
Ia menjelaskan, data keluarga miskin di wilayah tersebut direkap secara jelas untuk menentukan mana yang mendapat bantuan pemerintah kota dan mana yang ditangani melalui swadaya masyarakat. Sistem ini mencegah penumpukan bantuan pada keluarga tertentu dan memastikan distribusi lebih merata.
Data Kemiskinan Harus Objektif
Dalam kesempatan itu, Eri menegaskan penetapan warga miskin desil 1–5 harus dilakukan secara objektif berdasarkan 39 indikator fisik bangunan dan pendapatan. Ia juga meminta warga ikut hadir dalam rapat verifikasi agar data benar-benar valid dan transparan.
“Anggaran pemerintah terbatas, jadi harus ada prioritas. Untuk bantuan pendidikan misalnya, kita fokuskan dua anak per keluarga supaya keluarga lain juga bisa merasakan,” jelasnya.
Eri juga memberi peringatan tegas bagi warga usia produktif yang menolak bekerja meski memiliki kesempatan.
“Kalau merasa tidak mampu tapi ditawari pekerjaan tidak mau, ya kita coret dari daftar bantuan. Kecuali lansia yang hidup sendiri, itu wajib ditanggung pemerintah,” tegasnya.
Inovasi Lingkungan dan Smart Environment
Selain aspek sosial, RW 9 Lemah Putro juga mendapat pujian atas inovasi pengelolaan lingkungan. Warga telah menerapkan pemilahan sampah dari rumah, dan hasil penjualannya dikembalikan kepada warga sebesar 20 persen.
Program ini dinilai sejalan dengan konsep Smart Environment sekaligus mendukung lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Eri juga menekankan pentingnya partisipasi warga dalam kerja bakti dan menjaga lingkungan bersama.
Dorong Solidaritas Antarwarga
Wali Kota mengajak warga yang sudah sejahtera untuk membantu tetangga yang masih membutuhkan melalui zakat, infak, dan sedekah yang diprioritaskan bagi lingkungan sekitar.
Ia berharap RW 9 Lemah Putro dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Surabaya.
“Jika RW-nya bergerak, PKK-nya aktif, dan warganya kompak, kesejahteraan pasti tercapai,” ujarnya.
Eri juga mengingatkan lurah, camat, dan pengurus RW agar berani menyampaikan kebenaran terkait data bantuan untuk mencegah konflik sosial di masyarakat.
Baca Juga : Inovasi Pelajar Surabaya Ubah Kulit Bawang Jadi Produk Bernilai
Kampung Mandiri Berbasis Gotong Royong
Ketua RW 9 Lemah Putro Agung Diponegoro menyambut baik kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada warganya.
Menurutnya, konsep Kampung Mandiri telah dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, termasuk budidaya lele dan Kas Kampung Madani yang dikelola secara swadaya.
RW 9 juga memiliki sistem perlindungan sosial mandiri, seperti bantuan kesehatan bagi warga yang dirawat di rumah sakit sebesar Rp250.000 serta santunan kematian Rp400.000.
“Inilah bentuk solidaritas dan gotong royong warga Lemah Putro,” ungkap Agung.
Kehadiran langsung wali kota di tengah warga menunjukkan komitmen pemerintah untuk memastikan program Kampung Pancasila berjalan nyata, bukan sekadar slogan.