Safari Salat Jumat Wali Kota Probolinggo di Awal 2026

Awali tahun 2026, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin kembali turun langsung ke masyarakat lewat agenda Safari Salat Jumat.

Share

SUARAGONG.COM – Mengawali tahun 2026, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin kembali turun langsung ke masyarakat lewat agenda Safari Salat Jumat. Kali ini, kegiatan digelar di Masjid Baitul Ula, Kompleks Perum Kopian Indah, Jumat (2/1/2026). Bukan sekadar menjalankan ibadah, safari ini jadi momen “tatap muka tanpa jarak” antara wali kota dan warga. Suasana hangat langsung terasa sejak awal, saat Aminuddin berbaur bersama jamaah dan mengikuti rangkaian salat dengan khusyuk.

Safari Salat Jumat: Ibadah Sekaligus Ruang Menyapa Warga

Agenda Safari Salat Jumat memang menjadi salah satu cara Wali Kota Probolinggo mendekatkan pemerintah dengan masyarakat. Lewat kunjungan ke masjid-masjid, komunikasi tidak hanya berjalan satu arah, tetapi juga menjadi ruang mendengar aspirasi warga secara langsung.

Kehadiran orang nomor satu di Kota Probolinggo itu pun disambut antusias oleh jamaah. Nuansa silaturahmi terasa kental, mencerminkan kedekatan antara pemimpin daerah dan masyarakatnya.

Khotbah Tahun Baru: Saatnya Muhasabah Diri

Pada kesempatan tersebut, khotbah Jumat disampaikan oleh Ustaz Zainal Khalifi dengan tema “Muhasabah Diri Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan di Momen Tahun Baru”. Tema ini seolah pas dengan suasana awal tahun, mengajak jamaah untuk refleksi dan berbenah diri.

Wali Kota Aminuddin tampak menyimak khotbah dengan penuh perhatian. Pesan muhasabah menjadi pengingat bahwa pergantian tahun bukan sekadar selebrasi, tetapi juga momentum memperbaiki diri, baik secara spiritual maupun sosial.

Bertemu Warga, Bahkan Sahabat Lama

Usai salat Jumat, suasana makin cair. Aminuddin menyapa jamaah satu per satu, berdialog santai, bahkan mengaku bertemu sahabat lama dalam kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah di sini saya juga bertemu sahabat lama. Ini nikmat yang luar biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Safari Salat Jumat telah rutin dilakukan selama lima bulan terakhir bersama Baznas, dengan tujuan mempererat silaturahmi, berdialog dengan takmir masjid, masyarakat, hingga stakeholder lainnya.

“Dengan komunikasi seperti ini, saya bisa mendengarkan langsung apa yang disampaikan masyarakat secara pribadi,” tambahnya.

Probolinggo Bersolek: Bukan Sekadar Slogan

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Probolinggo juga menyampaikan capaian program pemerintah kota selama sekitar 10 bulan masa kepemimpinannya. Salah satu yang menjadi sorotan adalah program Probolinggo Bersolek.

Program ini menekankan pentingnya kebersihan dan keindahan lingkungan kota, yang menurut Aminuddin hanya bisa terwujud dengan peran aktif masyarakat, khususnya di tingkat RT dan RW.

“Tugasnya Pak RT dan RW untuk sering mengajak warganya kerja bakti. Jargon Probolinggo Bersolek ini bukan hanya simbol, tapi ajakan agar kita semua peduli lingkungan,” tegasnya.

Tak hanya soal estetika kota, Aminuddin juga menyinggung upaya pencegahan banjir. Pemerintah Kota Probolinggo, kata dia, telah melakukan pembersihan saluran air di berbagai titik.

“Alhamdulillah tujuannya selain bersih dan sehat, ini untuk mencegah banjir. Insyaallah tidak ada genangan air sampai berhari-hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika masih terjadi genangan, hal tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi perubahan fisik saluran irigasi yang terus dipantau oleh pemerintah.

Imbauan Jaga Lingkungan di Musim Hujan

Menutup pertemuan, Wali Kota Probolinggo mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, terutama di musim hujan. Menurutnya, kepedulian bersama menjadi kunci menciptakan kota yang sehat, aman, dan nyaman.

Pemerintah Kota Probolinggo berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat dapat terus terjaga demi mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih baik. (Aye/sg)