SUARAGONG.COM – Pemerintah Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, bersiap menggelar Selamatan Desa Sidomulyo ke-79 pada 16 Februari 2026. Tradisi tahunan ini sarat makna syukur, pelestarian budaya, sekaligus penguatan nilai gotong royong masyarakat.
Wayang Kulit “Pamong Sejati” Meriahkan Selamatan Desa Sidomulyo ke-79
Selamatan desa tahun ini akan ditandai dengan pertunjukan wayang kulit mengangkat lakon “Pamong Sejati”, sebuah kisah yang mengandung pesan moral tentang kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala Desa Sidomulyo, Suharto, menyampaikan bahwa pemilihan lakon tersebut bukan tanpa alasan. Wayang “Pamong Sejati” diharapkan menjadi refleksi dan pengingat bagi seluruh perangkat desa agar semakin berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
“Lakon Pamong Sejati kami pilih sebagai simbol harapan agar seluruh perangkat desa benar-benar menjadi pamong yang melayani, mengayomi, dan bekerja untuk kepentingan warga,” ujar Suharto, Kamis (5/2/2026).
Diawali Selamatan Sumber Mata Air
Rangkaian kegiatan Selamatan Desa Sidomulyo diawali pada pagi hari dengan selamatan di sumber-sumber mata air. Agenda ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus komitmen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus adalah sumber air yang selama ini menopang kebutuhan warga desa.
Pada sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan selamatan desa yang dipusatkan di Kantor Desa Sidomulyo dan Punden. Acara ini melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, serta warga dari berbagai dusun.
Momentum Perkuat Gotong Royong dan Persatuan
Selamatan Desa Sidomulyo merupakan tradisi tahunan yang terus dilestarikan sebagai sarana mempererat kebersamaan dan semangat gugur gunung di tengah masyarakat.
Selain nilai budaya, tradisi ini juga menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga alam, khususnya sumber daya air, sebagai penopang kehidupan desa.
Memasuki usia ke-79, Selamatan desa ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum refleksi bersama untuk memperkuat persatuan, memperteguh nilai gotong royong, serta meneguhkan komitmen membangun desa yang lestari dan sejahtera. (Mf/Aye/sg)