Siapkan Es Tehmu! BMKG Prediksi Kemarau Mulai April 2026

Siap-Siap, BMKG memprediksi awal musim kemarau 2026 akan dimulai secara bertahap pada periode April hingga Juni 2026

Share

SUARAGONG.COM – Musim panas tampaknya bakal terasa lebih cepat tahun ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau 2026 akan dimulai secara bertahap pada periode April hingga Juni 2026. Dengan puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.

Siapkan Es Tehmu! BMKG Prediksi Kemarau Mulai April, Puncaknya Agustus 2026

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa fenomena La Nina lemah. Di mana telah berlangsung sejak Oktober 2025 telah berakhir pada Februari 2026.

“Awal musim kemarau diprediksi pada periode April di 114 zona musim atau 16,3% dari seluruh zona musim di Indonesia. Yang memasuki musim kemarau pada Mei ada 184 zona musim atau 26,3% dan pada Juni 2026 sebanyak 163 zona musim atau 23,3% dari seluruh wilayah Indonesia. Nantinya akan diawali di Nusa Tenggara dan bertahap ke wilayah Indonesia lainnya,” ujar Teuku dalam konferensi pers Update Prediksi Musim Kemarau 2026, Rabu (4/3/2026).

Datang Lebih Awal di Banyak Wilayah

BMKG mencatat, awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi datang lebih awal dari biasanya.

Sebanyak 325 zona musim atau 46% wilayah diperkirakan mengalami kemarau lebih cepat dari normal. Sementara 173 zona musim atau 23,7% lainnya diprediksi mengalami kemarau sesuai waktu normal.

Mayoritas Wilayah Lebih Kering dari Biasanya

Terkait sifat musim kemarau, BMKG memprediksi akumulasi curah hujan pada periode kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia akan berada di bawah normal.

Sebanyak 451 zona musim atau 64,5% wilayah diprediksi akan mengalami kondisi lebih kering dari biasanya.

“Puncak musim kemarau sebagian wilayah Indonesia atau di 429 zona musim atau 62,4% dari keseluruhan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026,” tambah Teuku.

Baca Juga : Jelang Musim Kemarau, BPBD Kabupaten Malang Lakukan Monitoring

Durasi Kemarau Lebih Panjang

Tak hanya datang lebih awal, sebagian wilayah Indonesia juga diperkirakan akan mengalami durasi musim kemarau yang lebih panjang dari kondisi normal.

BMKG berharap informasi ini bisa menjadi panduan bagi pemerintah daerah, sektor pertanian. Hingga masyarakat umum untuk melakukan langkah mitigasi lebih dini.

“Kami berharap informasi ini menjadi panduan umum untuk langkah mitigasi di berbagai sektor,” tutup Teuku.

Jadi, mulai siapkan payung untuk hujan debu dan tentu saja… es tehmu! (Aye/sg)