SUARAGONG.COM – Dunia olahraga Jawa Timur lagi berduka sekaligus murka. Bukannya dapet bimbingan buat jadi juara, seorang atlet kickboxing malah diduga jadi korban pelecehan oleh pelatihnya sendiri. Kejadian tragis ini langsung dapet respon super pedas dari Komisi E DPRD Provinsi Jatim.
Predator Berkedok Pelatih? DPRD Jatim Kawal Kasus Pelecehan Atlet Kickboxing Sampai Tuntas!
Anggota Komisi E, Suli Da’im, nggak pakai basa-basi langsung mengecam tindakan nggak bermoral ini. Menurutnya, tindakan ini nggak cuma ngerusak mental atlet, tapi juga nginjek-nginjek martabat dunia olahraga yang harusnya suci dari kekerasan.
Gak Ada Ruang Buat Pelaku Kekerasan!
Politisi PAN ini negasin kalau segala bentuk kekerasan—baik fisik, psikis, apalagi seksual—adalah big no-no! Beliau dukung penuh polisi buat usut tuntas kasus ini secara transparan. Nggak boleh ada yang ditutup-tutupi, apalagi kalau sampai ada intimidasi ke korban.
“Kita minta Pemprov Jatim kasih perlindungan maksimal buat korban. Mulai dari pendampingan psikologis sampai jaminan karier. Jangan sampai masa depan atlet kita hancur gara-gara predator berbaju pelatih!” tegas Suli Da’im.
Evaluasi Total: Jangan Cuma Fokus Medali, Tapi Juga Safety!
Casing-nya mungkin “pembinaan”, tapi kalau di dalamnya ada penyalahgunaan kekuasaan, itu namanya toxic environment. Pak Suli minta KONI Jatim, Dispora, sampai pengurus Kickboxing Indonesia buat:
- Audit Sistem Pembinaan: Gimana cara rekrut dan awasi pelatih?
- Kode Etik Ketat: Pelatih nggak cuma harus jago teknik, tapi harus punya etika!
- Sistem Pengaduan Aman: Biar atlet nggak takut speak up kalau ada kejadian aneh-aneh (Safe Space).
Olahraga Harus Jadi Safe Space! “Stay With Victims”
Komisi E DPRD Jatim nggak bakal diem aja. Mereka bakal panggil pihak-pihak terkait buat memastikan kasus ini nggak menguap gitu aja. Tujuannya jelas: Mencegah kejadian serupa terulang lagi.
Olahraga itu soal martabat dan kesehatan, bukan tempat buat para oknum pelatih menyalahgunakan kekuasaan mereka. Apalagi soal pelecehan pada atlet. Kita semua berdiri bareng korban! “Stay With Victims” (Wahyu/Aye/sg)