SPPG Kota Malang Bertambah Jadi 67 Unit, Kejar Target 120

Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kota Malang terus bertambah. Hingga pekan ini, totalnya mencapai 67 unit yang beroperasi

Share

SUARAGONG.COM – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Kota Malang terus bertambah. Hingga pekan ini, totalnya mencapai 67 unit yang beroperasi secara bertahap sejak Senin. Penambahan tersebut dilakukan untuk mengejar target kebutuhan layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproyeksikan mencapai sekitar 120 SPPG pada 2026.

Layanan MBG Diperluas, SPPG di Kota Malang Ditarget Tembus 120 Unit Tahun Ini

Koordinator SPPI Kota Malang, Muhammad Athoillah, mengatakan masih ada tiga hingga empat unit yang belum aktif karena menunggu penempatan resmi dan pencairan anggaran.

“Insya Allah yang baru operasional hari Senin ini. Totalnya 67, kemungkinan ada tiga atau empat yang belum beroperasi,” ujarnya.

Kebutuhan Meningkat, Target 120 Unit

Athoillah menjelaskan, peningkatan jumlah SPPG dipicu penyesuaian jumlah penerima manfaat (PM). Jika sebelumnya satu SPPG melayani 3.000–4.000 orang, kini dibatasi sekitar 2.500–3.000 penerima. Dengan skema tersebut, kebutuhan layanan otomatis meningkat.

“Kalau melihat tren sekarang, kemungkinan tahun ini bisa tercukupi sekitar 120. Targetnya insya Allah 100 persen terpenuhi,” katanya.

Wilayah yang masih membutuhkan tambahan layanan berada di kawasan Polowijen (Polejen), mengingat jumlah sekolah cukup banyak. Cakupan untuk madrasah, khususnya di wilayah tengah kota, juga masih dinilai terbatas sehingga koordinasi dengan Kementerian Agama terus dilakukan.

Tantangan Jarak dan SDM

Tak hanya soal jumlah unit, tantangan lain muncul dari jarak antara sekolah dan lokasi SPPG yang tidak selalu berdekatan. Kondisi ini membuat distribusi harus disesuaikan agar tetap efektif dan tepat waktu.

Dari sisi sumber daya manusia, kebutuhan tenaga juga belum sepenuhnya terpenuhi. Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Timur bahkan merekrut tenaga dari luar provinsi karena jumlah pendaftar belum sebanding dengan pertumbuhan unit SPPG.

Sementara untuk Satuan Layanan Administrasi dan Hukum SPPG (SLAHS), saat ini tercatat sekitar 13–20 unit. Proses perizinan disebut telah berjalan dan kini memasuki tahap akhir melalui sistem OSS (Online Single Submission), dengan dukungan percepatan dari dinas terkait.

Sorotan Menu Ramadan & Harga Beras

Menanggapi sorotan di media sosial terkait menu MBG Ramadan yang dinilai minim dengan harga di bawah Rp10.000, Athoillah menegaskan prinsip utama program adalah pemenuhan angka kecukupan gizi.

“Walaupun kemasan kering, yang penting angka kecukupan gizinya terpenuhi. Serat, protein nabati dan hewani, kalsium dari susu, serta karbohidrat harus diperhatikan oleh pengawas gizi,” tegasnya.

Jika ditemukan harga paket di bawah Rp10.000, akan dilakukan penyesuaian pada hari berikutnya melalui mekanisme subsidi silang.

Terkait teguran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) mengenai pembelian beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), ia menekankan seluruh mitra wajib mengacu pada HET yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

“Memang kadang kalau belanja bukan dari supplier pertama harganya lebih mahal. Tapi sudah ada surat dari dinas, sehingga mitra harus berpatokan pada HET,” ujarnya.

Ia pun berharap ada pembaruan harga bahan pangan secara berkala, mengingat fluktuasi pasar yang dapat memengaruhi kualitas bahan sekaligus keberlanjutan operasional mitra.

Dengan penambahan unit yang terus dikebut, Pemkot Malang optimistis target 120 SPPG dapat tercapai, sehingga kebutuhan layanan MBG bagi ribuan penerima manfaat di Kota Pendidikan ini bisa terpenuhi secara merata. (Fat/Aye/sg)