Super Flu Lagi Viral: Menkes Tegaskan Nggak Seganas Covid

Menkes menegaskan, Super Flu bukan virus baru seperti Covid-19 saat pertama kali muncul. Penyakit ini sebenarnya adalah influenza A subtipe H3N2, virus lama yang sudah lama dikenal dunia medis

Share

SUARAGONG.COM – Isu soal penyakit yang disebut-sebut sebagai “Super Flu” belakangan ini ramai dibahas di media sosial. Mulai dari grup WhatsApp keluarga sampai timeline X dan TikTok, banyak warganet yang mulai khawatir ini adalah Covid-19 versi baru. Tapi tenang dulu, kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, nggak perlu panik.

Menkes Tanggapi Soal Super Flu: Penularan Cepat, Tapi Nggak Seganas Covid

Menkes menegaskan, Super Flu bukan virus baru seperti Covid-19 saat pertama kali muncul. Penyakit ini sebenarnya adalah influenza A subtipe H3N2, virus lama yang sudah lama dikenal dunia medis, hanya saja sekarang muncul varian atau subclade baru.

“Ini sebenarnya influenza A, H3N2. Virus ini sudah lama ada, hanya muncul varian baru,” kata Budi di Jakarta Timur, Rabu (7/1).

Budi menjelaskan, influenza memang mirip Covid-19 karena sama-sama bisa bermutasi. Tapi dari sisi dampak, influenza A jauh lebih ringan dan tidak sampai memicu krisis kesehatan global seperti pandemi Covid-19 dulu.

Penularannya memang cukup cepat, terutama di kalangan anak-anak. Tapi menurut Menkes, pola seperti ini bukan hal baru dan juga terjadi di banyak negara lain. Di Indonesia sendiri, kasus flu musiman seperti ini sudah sering muncul setiap tahunnya.

Covid-19 Terkendali?

Sementara itu, kondisi Covid-19 di Indonesia saat ini disebut masih terkendali. Berdasarkan laporan terbaru, jumlah kasus rendah dan gejalanya relatif ringan.

“Masih ringan dan bisa ditangani dengan pengobatan biasa,” ujar Budi.

Meski begitu, Menkes tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah. Menjaga kesehatan, istirahat cukup, dan vaksin influenza tetap jadi langkah penting. Terutama buat yang aktivitasnya padat dan sering berinteraksi dengan banyak orang.

Baca Juga : Super Flu Mulai Naik, DPR Usulkan Wajib Masker di Tempat Umum

Bukan Panik, Tapi Harus Melek Informasi

Menurut Budi, kunci menghadapi isu kesehatan bukan panik, tapi melek informasi. Salah paham bisa bikin masyarakat jadi overthinking dan menyebarkan ketakutan yang nggak perlu.

Ia juga meminta pemerintah daerah tetap siaga dan terus melakukan pemantauan penyakit menular, baik influenza maupun Covid-19, supaya respons kesehatan tetap cepat dan tepat.

Intinya, waspada boleh, panik jangan. Super Flu bukan Covid-19 comeback, jadi tetap jaga kesehatan dan jangan termakan isu yang belum tentu benar. (Aye/sg)