SURABAYA, SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima kunjungan kerja dari jajaran Pemkot Batam di Balai Kota Surabaya, Kamis (26/2/2026). Dalam pertemuan ini, kedua kota resmi menandatangani kerja sama strategis Surabaya Batam yang mencakup empat bidang penting, mulai dari digitalisasi hingga kesehatan.
Ada Misi Besari Dibalik Layar
Kerja sama ini bukan cuma seremoni tanda tangan biasa. Ada misi besar di baliknya mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik lewat kolaborasi antardaerah.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M Fikser, menjelaskan bahwa ada empat poin utama dalam kesepakatan tersebut.
“Lebih ke bagaimana melakukan koordinasi dan kolaborasi program di perangkat daerah. Kami saling diskusi supaya bisa lebih cepat merespons program pembangunan,” ujar Fikser.
Baca juga: AAL Gandeng ITS Dirikan Pusat Studi Perang Drone
Fokus Koordinasi, Data, dan Perencanaan Pembangunan
Salah satu poin dalam kerja sama strategis Surabaya Batam ini adalah penguatan bidang kesekretariatan. Intinya, bagaimana penyusunan kebijakan dan administrasi bisa lebih rapi, sinkron, dan nggak jalan sendiri-sendiri.
Selain itu, ada juga kerja sama di bidang perencanaan pembangunan daerah. Di sini, kedua kota bakal fokus pada penyusunan program, pengelolaan data, hingga pemanfaatan data untuk kebijakan publik.
“Batam dan Surabaya itu sebenarnya mirip. Tantangannya juga nggak jauh beda. Tapi bagaimana caranya supaya data bisa benar-benar dipakai untuk menyusun program kerja yang tepat sasaran,” kata Fikser.
Bahas data mungkin terdengar teknis, tapi sebenarnya ini krusial banget. Di era sekarang, keputusan tanpa data itu ibarat nebak-nebak. Makanya, kolaborasi ini diharapkan bikin kebijakan lebih akurat dan nggak asal jalan.
Baca juga: JConnect Ramadan Vaganza Surabaya 2026 Resmi Dibuka Ada Balon Udara!
Kolaborasi Digitalisasi dan Kesehatan
Gak cuma urusan administrasi dan perencanaan, kerja sama ini juga menyentuh bidang kesehatan. Nantinya, kedua daerah bakal saling berbagi pengalaman soal penanganan penyakit dan sistem layanan kesehatan.
“Di bidang kesehatan ini lebih ke bagaimana penanganan penyakit dan sistem kesehatan di Surabaya, nanti akan dibahas lebih spesifik,” jelas Fikser.
Selain itu, sektor digitalisasi juga jadi perhatian utama. Rencananya, jajaran Pemkot Batam akan berkunjung ke Dinas Komunikasi dan Informatika Surabaya untuk mempelajari sistem digital yang sudah diterapkan.
Surabaya memang dikenal cukup progresif dalam urusan digitalisasi layanan publik. Mulai dari sistem administrasi hingga pelayanan berbasis aplikasi, banyak inovasi yang sudah berjalan. Fikser menegaskan bahwa Surabaya terbuka untuk berbagi praktik baik dengan daerah lain.
Seperti yang sering disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kemajuan kota seharusnya bisa dinikmati bersama. Apalagi saat ini beliau juga menjabat sebagai Ketua APEKSI, yang memang mendorong kolaborasi antarkota di Indonesia.
“Tidak hanya mereka belajar dari kita, tapi kita juga belajar dari mereka. Kalau ada hal baik dari daerah lain, kita juga siap menjajaki kerja sama lanjutan,” tambah Fikser.
Baca juga: Surabaya Jadi Kota Terbaik Pengelolaan Sampah se-Indonesia 2025
Batam Pilih Surabaya Karena Inovatif
Dari pihak Batam, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Batam, Yusfa Hendri, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, alasan memilih Surabaya bukan tanpa pertimbangan.
Surabaya dinilai punya banyak inovasi, terutama dalam tata kelola pemerintahan, digitalisasi pelayanan, pembinaan UMKM, hingga pembangunan berkelanjutan.
“Keunggulan-keunggulan Kota Surabaya inilah yang ingin kita pelajari. Harapannya, dengan kerja sama ini kita bisa saling menukar program dan meningkatkan pelayanan publik. Sekarang ini eranya kolaboratif,” ujar Yusfa.
Ia juga menegaskan bahwa sebuah daerah nggak bisa lagi berjalan sendiri. Tantangan pembangunan makin kompleks, dan solusi terbaik adalah bersinergi.
Menariknya, kerja sama antara Batam dan Surabaya sebenarnya sudah dijajaki sejak 2016. Artinya, hubungan kedua kota ini bukan baru kemarin sore. Dalam 10 tahun terakhir, kolaborasi tersebut terus berlanjut dan berkembang.
“Hari ini kita melaksanakan empat perjanjian kerja sama antara Sekretariat Daerah, Bappeda, pimpinan daerah, dan Dinas Kesehatan,” jelas Yusfa.
Ke depan, masih ada beberapa rencana kerja sama lain yang sedang disiapkan dan ditargetkan bisa segera direalisasikan.
Baca juga: Pemkot Surabaya Turunkan Program DASH ke 1.213 Sekolah
Era Kolaborasi Bukan Kompetisi
Kalau dilihat lebih luas, kerja sama strategis Surabaya Batam ini mencerminkan perubahan cara pandang pemerintah daerah saat ini. Bukan lagi soal siapa yang paling unggul, tapi bagaimana bisa tumbuh bareng.
Di era sekarang, pembangunan nggak bisa dikerjakan sendirian. Kolaborasi justru jadi kunci supaya inovasi bisa menyebar lebih cepat dan manfaatnya terasa langsung oleh masyarakat.
Harapannya tentu sederhana: pelayanan publik makin cepat, kebijakan makin tepat sasaran, dan kesejahteraan warga di kedua kota bisa meningkat. Dan yang paling penting, kolaborasi seperti ini semoga nggak cuma berhenti di atas kertas, tapi benar-benar dijalankan secara konkret dan berkelanjutan. (wahyu/dny)