Surabaya Menang Mayors Challenge 2026 Raih 1 Juta Dollar

Surabaya Menang Mayors Challenge 2026 Raih USD 1 Juta

Share

SURABAYA, SUARAGONG.COM – Siapa sangka, Surabaya Menang Mayors Challenge 2026 dan resmi masuk daftar 24 kota terbaik dunia dalam ajang The Bloomberg Philanthropies Mayors Challenge yang digelar oleh Bloomberg Philanthropies. Kabar ini jadi bukti kalau inovasi sederhana dari Kota Pahlawan ternyata bisa tembus panggung global.

Surabaya Menang Mayors Challenge 2026 Lewat Inovasi Popok Pakai Ulang

Kemenangan ini bukan karena proyek gedung tinggi atau teknologi super canggih. Justru sebaliknya. Surabaya menang lewat inovasi popok dan pembalut pakai ulang produksi lokal. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut pencapaian ini sebagai momentum penting.

“Sebagai Kota Pahlawan, Surabaya harus memberi teladan,” ujarnya.

Lewat program ini, pemerintah kota mendorong keluarga, rumah sakit, sekolah, hingga ritel untuk beralih dari produk sekali pakai ke produk pakai ulang. Tujuannya jelas: mengurangi sampah yang selama ini mencemari lingkungan, terutama Sungai Brantas.

Baca juga: Pendaftar SNBP 2026 di Universitas Negeri Surabaya Naik!

Surabaya Menang Mayors Challenge dan Raih USD 1 Juta

Karena Surabaya Menang Mayors Challenge, kota ini berhak menerima pendanaan sebesar USD 1 juta. Bukan cuma dana, tapi juga dukungan operasional dan pembiayaan tambahan untuk memperluas program. Program ini nggak cuma soal lingkungan. Ada dampak ekonomi juga.

Produksi popok dan pembalut pakai ulang dilakukan oleh komunitas lokal. Artinya, ada lapangan kerja baru, ada perputaran ekonomi, dan ada pemberdayaan perempuan di dalamnya. Konsepnya ekonomi sirkular sampah berkurang, ekonomi jalan terus.

Baca juga: Program Makanan Bergizi Gratis Surabaya Diawasi Ketat

Dari Mexico City ke Surabaya Perjalanan Menuju Panggung Dunia

Ajang ini diluncurkan oleh Michael R. Bloomberg dalam forum Bloomberg CityLab di Mexico City pada Oktober 2024. Dari 630 kota pendaftar, disaring jadi 50 finalis. Para finalis kemudian mengikuti Ideas Camp di Bogotá untuk mematangkan konsep bersama para ahli. Surabaya termasuk di dalamnya dan sempat menerima hibah awal USD 50.000 untuk uji coba program. Hasilnya ternyata signifikan.

Baca juga: Implementasi Perda Garam Madura Ditagih Petani

Dampak Nyata 80 Persen Popok Sekali Pakai Berkurang

Menurut Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, hasil uji coba menunjukkan:

  • Penggunaan popok sekali pakai turun sampai 80%
  • Tidak ada laporan infeksi saluran kemih
  • Kasus ruam popok menurun drastis
  • Pembuangan popok ke sungai berhasil dihentikan
  • Tingkat adopsi mencapai 90% dari 300 keluarga peserta

Dalam sebulan aja, lebih dari tujuh ton sampah popok berhasil dicegah. Walaupun cakupannya masih sekitar 0,2 persen bayi di Surabaya, tapi ini jadi bukti kalau perubahan perilaku itu bisa banget terjadi kalau pendekatannya edukatif dan kolaboratif. Dan yang paling penting, Sungai Brantas jadi lebih terlindungi.

Baca juga: Raperda BUMD Transjatim 2026 Harapan Baru Transportasi Jatim

Surabaya di Antara 24 Kota Keren Dunia

Selain Surabaya, ada kota-kota lain dari berbagai negara yang juga menang, seperti:

  • Barcelona
  • Budapest
  • Cape Town
  • Rio de Janeiro
  • Toronto

Totalnya ada 24 kota dari 20 negara, melayani lebih dari 35 juta penduduk. Kebayang gak? Surabaya sekarang ada di panggung global bareng kota-kota besar dunia.

Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Hearing Bahas Penonaktifan BPJS PBI

Bukan Sekadar Penghargaan Tapi Gerakan Jangka Panjang

Program ini juga bakal diperluas ke kampung-kampung yang terintegrasi dengan Program Kampung Pancasila. Edukasi soal kesehatan, lingkungan, dan ekonomi bakal terus digencarkan.

Intinya, ini bukan proyek sesaat demi lomba. Tapi gerakan jangka panjang buat masa depan kota. Karena ternyata, solusi besar gak selalu harus ribet. Kadang, dimulai dari hal yang kelihatannya sederhana seperti popok pakai ulang.

Dan dari Surabaya, dunia belajar kalau inovasi itu soal keberanian mencoba dan konsisten menjalankan. (wahyu/dny)