SUARAGONG.COM – Siapa sih yang nggak punya playlist “Sad Girl/Boy Hours” di Spotify? Dari Nadin Amizah sampai Taylor Swift. Lagu galau emang udah jadi starter pack wajib anak muda zaman sekarang. Katanya sih biar aesthetic atau sarana healing. Tapi, pernah nggak kamu kepikiran kalau hobi “menyiksa diri” pakai lagu sedih ini bisa jadi bumerang?
Sisi Gelap di Balik Melodi Sedih Playlist Lagu Galau mu
Banyak yang bilang dengerin lagu galau itu cara buat katarsis (ngeluarin emosi). Tapi kalau overdosis, bukannya lega, kamu malah bisa kejebak dalam siklus Rumination (merenung berlebihan).
romanticizing sadness
Bukannya Pulih, Malah ‘Tenggelam’
Tren lagu galau yang berlebihan bisa memicu kondisi yang disebut Depressive Rumination. Alih-alih dapet pencerahan, kamu malah makin terpuruk karena lirik lagu tersebut seolah-olah mengonfirmasi kalau dunia emang seburuk itu.
Kalau ini diterusin, risiko gangguan kecemasan atau depresi ringan bisa makin nyata.