Trump Ultimatum Iran, Armada Perang AS Ancang-Ancang

Trump ultimatum Iran dan menyebut armada perang AS siap bertindak. Ketegangan meningkat, harga minyak melonjak

Share

SUARAGONG.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Presiden AS Donald Trump melontarkan ultimatum keras kepada Teheran, memperingatkan bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan semakin menipis. Ia bahkan menyebut armada kapal perang Amerika Serikat yang telah memasuki kawasan siap menuntaskan misi mereka “dengan cepat dan penuh kekerasan”.

Trump Ultimatum Iran, Armada Perang AS Disebut Siap Bertindak

Melalui unggahan di media sosial, Trump mendesak Iran segera duduk di meja perundingan guna menyepakati “perjanjian yang adil dan merata—tanpa senjata nuklir”. Ia juga mengingatkan bahwa potensi serangan kali ini akan jauh lebih dahsyat dibandingkan operasi militer terhadap fasilitas nuklir Iran yang ia perintahkan pada Juni lalu.

Trump menegaskan kembali sikap kerasnya terhadap program nuklir Iran. Dalam pernyataannya, ia bahkan mengklaim bahwa program nuklir Negeri Para Mullah itu telah “hancur total” akibat serangan sebelumnya.

Ancaman Berulang, Ketegangan Kian Terasa

Bukan kali pertama Trump mengeluarkan peringatan bernada militer terhadap Iran. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, ia telah menyiratkan kemungkinan serangan lanjutan. Ancaman tersebut juga dikaitkan dengan sikap keras pemerintah Iran terhadap gelombang protes yang pecah sejak akhir Desember.

Unggahan terbaru Trump langsung berdampak pada pasar global. Harga minyak mentah dilaporkan melonjak ke level tertinggi dalam sesi perdagangan. Seiring kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik.

Baca Juga : Amerika Serikat Luncurkan Serangan Udara ke Fasilitas Nuklir Iran

Jalur Diplomasi Masih Terbuka

Di tengah meningkatnya tensi, sinyal komunikasi informal masih berlangsung. Kantor berita semi-pemerintah Iran, Iranian Students News Agency, melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff disebut tengah saling bertukar pesan secara tidak resmi.

Sejumlah negara juga dikabarkan menawarkan diri sebagai mediator, berupaya meredam eskalasi dan membuka ruang dialog antara Washington dan Teheran.

Namun demikian, spekulasi mengenai kemungkinan serangan AS semakin menguat setelah kapal induk USS Abraham Lincoln. Beserta gugus tempurnya memasuki kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kehadiran armada ini dipandang sebagai sinyal keseriusan Amerika Serikat dalam menekan Iran.

Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah kembali dalam sorotan dunia. Dengan risiko konflik terbuka yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas regional dan ekonomi global. (Aye/sg)