MALANG, SUARAGONG.COM – Kalau ngomongin industri semikonduktor Taiwan Indonesia, mungkin yang kebayang pertama kali itu pabrik super canggih, teknologi ribet, atau perusahaan global kayak TSMC. Tapi di Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (UB), topik ini dibahas dengan cara yang jauh lebih seru, relevan, dan relate buat mahasiswa lintas jurusan.
Fakultas Teknik UB bareng Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya ngadain Student Forum bertajuk “A Chip Odyssey”. Forum ini ngebahas sesuatu yang sekarang lagi super strategis industri semikonduktor Taiwan Indonesia dan dampaknya ke teknologi, ekonomi, sampai hubungan internasional.
Dan yang bikin menarik? Pesertanya bukan cuma anak Teknik. Ada juga mahasiswa MIPA, Ilmu Komputer, Hubungan Internasional, sampai Bisnis. Artinya, isu chip ini udah bukan urusan lab doang. Ini udah jadi topik global yang nyentuh banyak sektor.
Industri Semikonduktor Taiwan Indonesia Jadi Sorotan
Acara dibuka langsung sama Wakil Dekan Akademik FTUB, Dr.Eng. Ir. Indradi Wijatmiko. Dalam sambutannya, beliau ngajak mahasiswa buat belajar dari perjalanan Taiwan.
Taiwan bisa jadi salah satu raja chip dunia bukan karena instan. Mereka invest gede di pendidikan, talenta, dan strategi jangka panjang. Dan itu bukan cuma teori tapi konsisten dijalanin bertahun-tahun.
UB sendiri, katanya, siap ikut ambil bagian dalam penguatan ekosistem semikonduktor nasional. Mulai dari pembaruan kurikulum, peningkatan kualitas SDM, sampai kolaborasi internasional. Karena kalau mau serius masuk ke industri teknologi tinggi, kampus, pemerintah, dan industri memang harus jalan bareng.
Isu industri semikonduktor Taiwan Indonesia ini jadi makin relevan karena Indonesia juga lagi ngebut bangun fondasi teknologi masa depan.
Baca juga: FIB UB Gelar Global Youth Creative Residency 2026 Bersama UNESCO
Belajar dari Taiwan Chip Bukan Cuma Soal Teknologi
Sebagai keynote discussant, Mr. Isaac C. Chiu dari TETO Surabaya ngasih kuliah umum yang insightful banget. Ia jelasin gimana Taiwan membangun industri semikonduktornya dari nol sampai jadi pemain global. Menurutnya, semikonduktor itu bukan cuma soal mesin dan teknologi.
“Semiconductor is not just about technology; it is about talent, strategy, and international partnership.”
Artinya apa? Kunci utamanya ada di manusia dan strategi jangka panjang. Setelah itu, peserta nonton film dokumenter “A Chip Odyssey”. Film ini nyeritain perjalanan panjang Taiwan membangun ekosistem chip lewat investasi pendidikan dan keputusan strategis nasional. Nggak instan. Nggak dadakan viral. Tapi hasil konsistensi lintas generasi. Di sesi diskusi, obrolannya makin luas. Mulai dari:
- Kondisi terbaru industri chip Taiwan
- Peluang studi lanjut ke Taiwan
- Prospek karier di sektor semikonduktor
- Sampai diplomasi teknologi
Karena faktanya, Taiwan juga memanfaatkan kekuatan chip sebagai strategi diplomasi global. Jadi ini bukan cuma bisnis, tapi juga geopolitik.
Baca juga: FIB UB Canangkan Zona Integritas 2026
Anak Muda Harus Melek Industri Chip
Lewat forum ini, UB pengen mahasiswa sadar kalau dunia lagi berubah cepat. Industri teknologi termasuk chip bakal jadi fondasi banyak sektor ke depan.
Buat Gen Z yang lagi kuliah atau baru lulus, peluangnya kebuka lebar. Bukan cuma jadi engineer, tapi juga peneliti, analis kebijakan, diplomat teknologi, bahkan entrepreneur di bidang hardware.
Topik industri semikonduktor Taiwan Indonesia ini jadi contoh nyata kalau teknologi, ekonomi, dan hubungan internasional sekarang saling nyambung banget. Dan yang paling penting, ini bukan cuma cerita sukses negara lain. Tapi bisa jadi inspirasi buat Indonesia juga.
Karena kalau Taiwan bisa bangun ekosistemnya dari visi jangka panjang, kenapa kita nggak? (dny)