SUARAGONG.COM – Masih inget drama perusakan portal di Bendungan Lahor? Kasus ini ternyata nggak berhenti di aksi massa aja, tapi udah masuk ke babak baru di meja kepolisian. Update terbaru, Polres Malang makin serius mengusut siapa saja yang terlibat di balik aksi buka paksa akses Malang-Blitar tersebut. Dan Operasional kini masih stand by dan akses masuk portal masih gratis.
Drama Portal Bendungan Lahor: Aksi Buka Paksa Berujung Laporan Polisi
Polisi Sat-set Garap Laporan Pihak kepolisian nggak pakai lama buat nindaklanjuti laporan dari Perum Jasa Tirta I. Setelah kejadian perusakan pada akhir Maret lalu, polisi langsung gercep melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan ngumpulin barang bukti. Hasilnya? Sudah ada 10 orang saksi yang diperiksa intensif pada Jumat (3/4) kemarin.
Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, ngonfirmasi kalau proses hukum ini terus berjalan. Bahkan, hari ini (Senin, 6/4), seorang warga berinisial WD dijadwalkan hadir ke kantor polisi. Statusnya saat ini masih sebagai saksi buat dimintai keterangan lebih lanjut terkait keterlibatannya dalam aksi tersebut.
Operasional Portal Masih ‘Ghosting’ Selama proses hukum ini bergulir, operasional gate alias gerbang bayar di Bendungan Lahor masih dalam status standby. Artinya, sampai detik ini akses masuk masih digratiskan buat warga. Khoir, bagian administrasi di lokasi, bilang kalau arahan dari kantor pusat sementara ini cuma buat jaga-jaga alat aja.
“Untuk operasionalnya kurang tau, tapi sampai sekarang masih gratis, belum ada instruksi lebih lanjut,” jelas Khoir. Pihak Jasa Tirta I sendiri ngaku bakal menghormati semua proses hukum yang ada sebelum nantinya memfungsikan kembali portal tersebut seperti semula.
Vibes Lokasi Mulai Adem Kabar baiknya, situasi “panas” antara warga dan pengelola di sekitar bendungan mulai mereda. Nggak ada lagi tindakan anarkis atau kumpul massa yang mencurigakan. Semuanya lagi nunggu hasil akhir dari penyelidikan polisi.
Pelajaran buat kita semua nih, guys, segala bentuk protes itu sah-sah saja asalkan nggak ngerusak fasilitas umum. Karena kalau udah urusan sama pasal perusakan, urusannya bisa panjang dan bikin vibes hidup nggak tenang. Kita pantau terus yuk perkembangannya, apakah bakal ada tersangka baru? Stay tuned! (Aye/sg)