SUARAGONG.COM – Wali Kota Batu Nurochman menerima Sertifikat Penetapan Seni Sanduk sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia dari Menteri Kebudayaan RI yang diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Taman Krida Budaya, Kota Malang, Minggu (22/2/2026) sore.
Kota Batu Raih Pengakuan Nasional, Seni Sanduk Ditetapkan sebagai WBTb Indonesia
Penyerahan sertifikat tersebut menjadi pengakuan resmi negara terhadap Seni Sanduk sebagai kekayaan budaya yang tumbuh, hidup, dan berkembang di tengah masyarakat Kota Batu. Penetapan ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi para pegiat seni setempat. Setelah melalui proses pengusulan panjang selama hampir tujuh tahun.
Wali Kota Nurochman menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini berperan dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Khususnya para pelaku Seni Sanduk.
“Alhamdulillah, seperti halnya kesenian Bantengan dan Jaran Kepang yang sudah lebih dulu meraih WBTb, kita semua tahu bahwa Seni Sanduk merupakan tarian tradisional yang telah lama dilestarikan di berbagai wilayah di kota tercinta ini. Diwariskan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Menjadi bagian penting dalam ekspresi budaya masyarakat,” ujarnya usai kegiatan.
Pemerintah Kota Batu, lanjutnya, akan terus mendorong pembinaan dan regenerasi pelaku seni. Memperluas ruang ekspresi budaya, serta mengintegrasikan promosi Seni Sanduk dalam agenda pariwisata dan kebudayaan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penetapan puluhan Warisan Budaya Takbenda tahun 2026 merupakan tanggung jawab bersama. Gotong Royong menjaga keberlanjutan praktik budaya di tengah arus modernisasi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata Khofifah, akan terus bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota. Agar warisan budaya tersebut tetap hidup, diwariskan lintas generasi. Serta mampu memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
Penetapan Seni Sanduk sebagai WBTb Indonesia diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian budaya. Tetapi juga memperkuat identitas daerah sekaligus membuka peluang pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya di Kota Batu. (mf/aye/sg)