SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota Probolinggo kembali memperketat penataan kawasan pasar, khususnya terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang masih berjualan di trotoar. Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, turun langsung memimpin kerja bakti massal di Pasar Baru dan Pasar Gotong Royong, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia Asri 2026. Sekaligus upaya memperbaiki kebersihan dan tata kelola kawasan publik.
Wali Kota Probolinggo Turun Tangan, Penataan PKL di Kawasan Pasar Diperketat
Dalam kegiatan tersebut, Aminuddin tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga ikut terlibat dalam penataan. Penertiban dilakukan secara terpadu, mulai dari pembersihan area, penataan parkir, hingga penindakan terhadap PKL yang berjualan di lokasi terlarang.
Menurutnya, penataan pasar merupakan langkah penting untuk menciptakan lingkungan kota yang rapi dan nyaman. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan yang berlaku.
“Penertiban ini penting untuk mewujudkan lingkungan kota yang lebih tertata. Kepatuhan terhadap aturan parkir dan lalu lintas harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Petugas Disejumlah Titik Strategis
Selain itu, ia menegaskan bahwa pengawasan harus dilakukan secara konsisten. Ke depan, petugas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis guna mencegah pelanggaran berulang.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo, Fatchur Rozi, mengakui masih ada PKL yang membandel. Meski telah dilakukan penertiban, sejumlah pedagang kerap kembali berjualan saat petugas tidak berada di lokasi.
Untuk mengatasi hal tersebut, Satpol PP berencana menambah personel serta mendirikan pos pantau portabel di beberapa titik strategis.
Langkah ini diharapkan mampu menciptakan kawasan pasar yang lebih tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. (Duh/aye/sg)