SUARAGONG.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri, antusiasme warga untuk mendapatkan uang pecahan baru kembali memuncak. Namun tahun ini, prosesnya terasa berbeda. Lewat aplikasi BI PINTAR milik Bank Indonesia, penukaran uang menjadi lebih tertib, praktis, dan tanpa antre panjang.
Persiapan Lebaran! Warga Malang “War” Tukar Uang Baru BI PINTAR
Warga Malang memanfaatkan layanan pendaftaran daring dengan batas maksimal penukaran Rp5,3 juta per orang. Sistem ini dinilai jauh lebih efisien dibanding tahun-tahun sebelumnya yang identik dengan antrean berjam-jam di lokasi.
“War” Tengah Malam Demi Kuota
Azizah, warga Sekarpuro, mengaku harus begadang demi mendapatkan slot penukaran. Ia mendaftar pada 13 Maret mulai pukul 22.00 hingga sekitar 02.30 dini hari.
Dengan menggunakan dua KTP miliknya dan suami, ia berhasil menukarkan uang sebesar Rp2,8 juta.
“Dapat tiga slot, tapi satu tidak lolos karena pakai KIA. Syaratnya cuma KTP dan email,” ujarnya.
Meski harus menunggu lama, ia menilai prosesnya tetap lebih mudah karena dilakukan dari rumah.
“Awalnya menunggu 15 menit sampai hitungan satu menit. Setengah tiganya sudah satu menit,” katanya.
Uang tersebut ditukar dalam berbagai pecahan, mulai Rp50 ribu hingga Rp1.000, yang rencananya akan dibagikan saat Lebaran.
Dari Antre Berjam-jam Jadi Hitungan Menit
Pengalaman serupa dirasakan Ian, warga Pakis, Kabupaten Malang. Ia menukarkan Rp5 juta untuk kebutuhan THR anak-anak dan keluarga.
“Rp50 ribu 50 lembar, Rp20 ribu 50 lembar, Rp10 ribu 100 lembar, Rp5 ribu 100 lembar,” jelasnya.
Menurutnya, sistem tahun ini jauh lebih baik dibanding sebelumnya saat harus mengantre langsung di kantor BI dekat Alun‑Alun Kota Malang.
“Dulu antre bisa dua sampai tiga jam. Kalau sekarang antre di rumah, nunggu war malam-malam sekitar 30 menit sudah dapat. Sampai lokasi juga cepat, 10–15 menit,” ujarnya.
Ian sengaja memilih mendaftar tengah malam karena peluang mendapatkan kuota lebih besar.
“Kalau pembukaan pasti susah karena banyak yang antre. Saya ambil jam 12 atau jam 1 malam, mungkin orang sudah tidur,” katanya.
Baca Juga : Jelang Lebaran, Dishub Surabaya Sisir Angkutan Umum Tak Laik Jalan
Lebih Tertib, Minim Kerumunan
Batas maksimal Rp5,3 juta per orang terdiri dari pecahan yang telah ditentukan, termasuk tambahan pecahan kecil Rp2.000 dan Rp1.000 masing-masing 100 lembar.
Dengan sistem pendaftaran daring dan pembatasan nominal, warga menilai penukaran uang baru tahun ini jauh lebih tertata, efisien, dan mampu mengurangi antrean panjang di lokasi.
Tradisi berbagi uang baru saat Lebaran pun tetap bisa berjalan — tanpa drama desak-desakan seperti dulu. (fat/aye/sg)