WFH Nasional: Setwan Jatim Tegaskan Bukan Wacana Forever

Mulai 1 April 2026, Sekretariat DPRD (Setwan) Jawa Timur (Jatim) resmi gaspol kebijakan Work From Home (WFH) tiap hari Rabu.

Share

SUARAGONG.COM – Siapa bilang kerja di pemerintahan nggak bisa fleksibel? Mulai 1 April 2026, Sekretariat DPRD (Setwan) Jawa Timur (Jatim) resmi gaspol kebijakan Work From Home (WFH) tiap hari Rabu. Tapi inget ya, ini bukan ajang buat males-malesan atau sekadar Wacana Forever, melainkan langkah nyata buat simulasi hemat energi dan anggaran.

WFH Setwan Jatim: Bukan Wacana Forever, Tapi Simulasi Hemat Energi

Kebijakan ini adalah bentuk gercep dari Surat Edaran Gubernur Jatim No. 800/1141/204/2026 soal fleksibilitas tugas ASN. Jadi, ini beneran ada payung hukumnya, bukan prank!

Produktivitas Tetap On Point, Listrik Off Dulu

Sekretaris DPRD Jatim, Ali Kuncoro, pesen banget nih kalau WFH ini jangan dianggap libur tambahan. Justru, ini tantangan buat para ASN: bisa nggak sih tetep produktif pas konsumsi energi di kantor lagi ditekan?

“Layanan publik nggak bakal kena ghosting. Semua tetep jalan sesuai aturan, cuma pola kerjanya aja yang kita bikin lebih hybrid,” jelas Ali, Senin (30/3/2026).

Strategi Efisiensi yang Gak Kaleng-Kaleng

Nggak cuma soal kerja dari rumah, Setwan Jatim punya side quest yang keren banget buat menekan pengeluaran:

  • Jadwal Rapat: Semuanya dipusatin di luar hari Rabu.
  • Hemat Listrik: Gedung kantor bakal diistirahatin biar tagihan nggak membengkak.
  • Transportasi Hijau: ASN didorong buat pakai transportasi umum.
  • Ruang Inap Sederhana: Buat ASN yang rumahnya jauh (luar kota), disediain tempat nginep simpel biar nggak boncos di ongkos dan tenaga gara-gara bolak-balik tiap hari.

Baca Juga : Wacana WFH ASN, Pemkot Surabaya Tunggu Arahan

Gimana Nasib yang Harus Lapangan?

Tenang, buat tim yang dapet tugas khusus kayak dampingin kunjungan kerja atau reses, mereka tetep standby sesuai jadwal. Intinya, yang administratif wajib WFH tiap Rabu, yang lapangan tetep gas terus dengan skema yang disesuaikan.

Ali Kuncoro negasin kalau kunci dari kebijakan ini adalah keseimbangan. “Anggaran hemat, energi terjaga, tapi kerjaan tetep beres. Itu baru namanya high level,” pungkasnya.

Kalau simulasi ini sukses, skema WFH Tematik ala Setwan Jatim ini bisa jadi role model baru buat pemerintahan daerah lain di Indonesia. Kita pantau terus ya, apakah bakal jadi standar baru yang makin cool! (Wahyu/aye/sg)