Yohanes Edward Yusuf Amunisi Baru Golkar dan “Ahok-nya” Malang

Yohanes Edward Yusuf Masuk Politik Golkar Malang

Share

MALANG, SUARAGONG.COM – Dunia politik Kota Malang lagi kedatangan wajah baru. Yohanes Edward Yusuf masuk ranah politik lewat kepengurusan Partai Golkar Kota Malang. Sosok pengusaha muda kelahiran 1975 ini resmi bergabung dan siap terlibat dalam dinamika politik lokal.

Langkah Yohanes tentu bikin banyak orang penasaran. Dari dunia bisnis ke dunia politik? Buat sebagian orang, itu lompatan besar. Tapi buat Yohanes, ini adalah proses yang sudah dipikirkan matang.

Sebagai pengusaha, ia terbiasa mengambil keputusan strategis dan melihat peluang jangka panjang. Nah, menurutnya, politik adalah ruang pengabdian yang lebih luas. Bukan cuma soal kekuasaan, tapi soal kontribusi nyata untuk masyarakat.

Yohanes Edward Yusuf Masuk Ranah Politik Ini Alasannya

Banyak yang bertanya, kenapa harus Golkar? Menurut Yohanes, alasannya sederhana tapi cukup kuat. Ia melihat Partai Golkar sebagai partai paling tua di Indonesia dan punya sistem yang solid.

Partai berlambang pohon beringin ini memang punya sejarah panjang dalam perpolitikan nasional. Sejak era Orde Baru sampai sekarang, Partai Golkar tetap jadi salah satu kekuatan besar di panggung politik.

“Golkar itu partai paling tua, paling solid dalam pengurusan, dan programnya menurut saya paling bagus,” kira-kira begitu alasan yang ia sampaikan.

Buat Yohanes, struktur organisasi yang rapi dan pengalaman panjang Golkar jadi pertimbangan penting. Ia ingin belajar dan berkembang di partai yang sistemnya sudah matang.

Baca juga: Lewat RUU Politik, Golkar Usulkan Pilkada Tak Langsung

Pengusaha Muda yang Siap Belajar Politik

Meski lahir tahun 1975, Yohanes masih masuk kategori energik dan produktif. Background sebagai pengusaha membuatnya terbiasa bekerja cepat, efisien, dan fokus pada hasil.

Masuk ke kepengurusan Golkar Kota Malang jadi langkah awalnya di dunia politik praktis. Ia sadar, politik bukan dunia yang simpel. Banyak dinamika, banyak kepentingan, dan tentu saja tantangan. Tapi justru di situ letak tantangannya.

Di era sekarang, publik juga makin kritis. Generasi muda lebih vokal, lebih peduli, dan lebih aktif mengawasi kebijakan. Kehadiran figur pengusaha di partai politik bisa jadi warna baru, apalagi jika membawa semangat profesionalisme.

Baca juga: Golkar Jatim Resmikan Rumah Aspirasi, Wadah Penyerapan Suara Rakyat

Politik Bukan Cuma Soal Jabatan

Menariknya, Yohanes tidak melihat politik sekadar sebagai jalur karier. Ia memandangnya sebagai ruang pengabdian. Di tingkat kota seperti Malang, banyak isu strategis yang butuh perhatian serius. Mulai dari ekonomi kreatif, UMKM, lapangan kerja, sampai pemberdayaan generasi muda.

Sebagai pengusaha, ia punya pengalaman langsung soal bagaimana sulitnya membangun usaha dari nol. Itu yang ingin ia bawa ke meja diskusi politik. Kalau biasanya pengusaha fokus pada profit dan pertumbuhan bisnis, di politik ia ingin memperluas dampaknya untuk masyarakat.

Baca juga: Golkar Bondowoso Ziarah TMP dan Launching Rumah Aspirasi

Tantangan dan Harapan ke Depan

Masuknya Yohanes tentu bukan tanpa tantangan. Dunia politik penuh dinamika, strategi, dan komunikasi publik yang intens. Tapi di sisi lain, ini juga jadi momentum regenerasi. Partai politik memang butuh figur-figur baru yang punya perspektif segar.

Dengan memilih Golkar, Yohanes seperti ingin menunjukkan bahwa ia memilih jalur yang sudah punya fondasi kuat. Ia tidak mencari partai baru atau sensasi politik, tapi memilih struktur yang sudah mapan.

Ke depan, publik tentu akan melihat bagaimana kiprahnya di internal partai dan kontribusinya untuk masyarakat Kota Malang. Apakah ia akan fokus pada isu ekonomi? UMKM? Atau penguatan anak muda? Waktu yang akan menjawab.

Yang jelas, langkah Yohanes Edward Yusuf masuk ranah politik ini menambah warna baru dalam dinamika politik lokal. (dny)