5.000 Personel Disiagakan Amankan Kunjungan Presiden di Malang
Share
SUARAGONG.COM – Komando Resor Militer (Korem) 083/Baladhika Jaya menyiagakan sekitar 5.000 personel untuk mengamankan seluruh rangkaian kunjungan Presiden Republik Indonesia di wilayah Malang. Termasuk untuk agenda peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU).
Pengamanan dilakukan secara menyeluruh dengan prinsip zero failure atau tanpa toleransi kesalahan sekecil apa pun.
5.000 Personel Disiagakan Amankan Kunjungan Presiden di Malang, Korem 083 Terapkan Zero Failure
Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir mengatakan, dirinya bertindak sebagai Komandan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Dansatgas Pamwil) dan bertanggung jawab langsung kepada Pangdam V/Brawijaya selaku Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Pengamanan VVIP.
“Kekuatan personel yang kami siapkan kurang lebih sekitar 5.000-an. Jumlah ini bersifat dinamis dan bisa berkembang menyesuaikan eskalasi potensi ancaman serta situasi di lapangan,” ujar Kolonel Inf Kohir.
Pengamanan Menyeluruh di Seluruh Titik Kunjungan
Ia menjelaskan, ribuan personel tersebut tidak hanya difokuskan pada satu kegiatan, melainkan disebar untuk mengamankan seluruh agenda Presiden selama berada di wilayah Malang.
Pengamanan meliputi jalur perjalanan Presiden, mulai dari bandara, hotel, lokasi kegiatan, hingga kepulangan.
“Seluruh rangkaian kegiatan Presiden yang ada di wilayah ini kami amankan. Jadi tidak hanya Harlah NU saja, tetapi juga titik-titik lain sepanjang perjalanan Presiden,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Korem 083/Baladhika Jaya turut berkolaborasi dengan berbagai unsur pengamanan. Koordinasi dilakukan melalui rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) bersama Wali Kota Malang, Forkopimda, serta panitia kegiatan. Selain itu, rapat koordinasi pengamanan (Rakorpam) lintas instansi juga digelar untuk pembagian tugas dan penentuan kekuatan personel.
Semua Potensi Ancaman Jadi Prioritas
Terkait potensi gangguan keamanan, termasuk isu rombongan liar, Kolonel Inf Kohir menegaskan bahwa seluruh kemungkinan ancaman menjadi prioritas pengamanan. Meski begitu, ia tidak merinci langkah teknis yang diterapkan karena bersifat strategis.
“Pengamanan VVIP itu all out. Tidak hanya satu jenis ancaman saja, tetapi semua kemungkinan, baik dari perorangan, kelompok, maupun bentuk gangguan lainnya. Prinsip kami zero failure, tidak boleh ada kesalahan sekecil apa pun,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai langkah antisipatif telah disiapkan, termasuk pengamanan di titik-titik masuk dan lokasi strategis, demi memastikan seluruh rangkaian kunjungan Presiden berjalan aman dan lancar. (Fat/Aye/sg)

