Type to search

Pemerintahan

Per-Politikan +62, Prabowo Minta PKB Diawasi?

Share
Muhaimin Iskandar, akhirnya buka suara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut manuver politik PKB perlu diawasi. 

SUARAGONG.COM – Jagat politik +62 mendadak ramai. Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, akhirnya buka suara soal pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut manuver politik PKB perlu diawasi.

Prabowo Singgung PKB Harus Diawasi, Cak Imin: Itu Cuma Gojlokan

Dilansir dari Bloomberg. Alih-alih tegang, respons Cak Imin justru santai. Ia menegaskan, ucapan Prabowo itu tak lebih dari sekadar candaan khas antar elite koalisi.

“Enggak [PKB diawasi]. Becanda. Becanda,” ujar Muhaimin, Rabu (7/1/2026).

“Sering begitu, gojlokan,” tambahnya sambil tersenyum.

Candaan Khas di Lingkar Koalisi

Menurut Cak Imin, Presiden Prabowo memang kerap melontarkan candaan bernada roasting kepada para pimpinan partai koalisi. Ia memastikan, koalisi Prabowo–Gibran tetap solid dan tidak ada manuver politik mencurigakan di internal pemerintahan.

“Becanda begitu-begitu biasa lah. Sering begitu,” kata Muhaimin menegaskan.

Baca Juga : Lewat RUU Politik, Golkar Usulkan Pilkada Tak Langsung

Momen di Retret Kabinet Hambalang

Pernyataan Prabowo soal PKB mencuat saat Presiden membuka retret Kabinet Merah Putih di Hambalang. Dalam sesi penutup, Prabowo sempat menanyakan apakah koalisi pemerintah masih solid.

Ia lalu mengecek kehadiran para pimpinan partai koalisi yang juga menjabat di kabinet. Ketika memastikan keberadaan Muhaimin—yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat—Prabowo melontarkan kalimat bahwa PKB harus terus diawasi, meski disampaikan sambil tersenyum.

Tak bisa dimungkiri, PKB memang dikenal sebagai partai dengan manuver politik tinggi. Di bawah kepemimpinan Muhaimin Iskandar, PKB kerap berada di barisan pemerintah, meski dalam beberapa kontestasi politik sempat mengambil arah berbeda.

Pada Pemilu 2024, PKB sempat mengejutkan publik dengan berpisah dari Gerindra, Golkar, dan PAN, lalu bergabung dengan PKS mengusung Anies Baswedan.

Namun setelah kalah, PKB kembali merapat ke pemerintahan Prabowo. Partai ini pun memperoleh jatah kursi menteri dan wakil menteri di Kabinet Merah Putih.

Dengan rekam jejak tersebut, candaan Prabowo soal “pengawasan” PKB pun dinilai publik sebagai sindiran ringan—bukan sinyal keretakan koalisi. (Aye/sg)

Tags:

You Might also Like