Type to search

Gaya Hidup Kesehatan Kuliner

Ikan Lele: Lalapan Favorit +62 Ternyata Menyerap Racun dalam Air

Share
Populer dan jadi andalan warga +62, Tapi di balik popularitasnya, lele juga menyimpan catatan penting soal keamanan konsumsi.

SUARAGONG.COM –  Siapa sih yang nggak kenal pecel lele? Dari pinggir jalan sampai warung tenda malam hari, ikan lele jadi menu andalan masyarakat Indonesia. Murah, gurih, ngenyangke, makanya banyak yang jatuh cinta. Wes kaya panganan wajib, rek.

Ikan Lele: Favorit Pecel Pinggir Jalan, Sehat Tapi Tetap Perlu Waspada

Tak hanya di Indonesia, ikan lele ternyata termasuk salah satu ikan air tawar paling melimpah di dunia. Tercatat ada lebih dari 2.000 spesies ikan lele yang tersebar di hampir seluruh benua, kecuali Antartika. Tapi di balik popularitas dan gizinya, lele juga menyimpan catatan penting soal keamanan konsumsi.

Lemaknya Sehat, Bagus untuk Jantung dan Otak

Mengutip Seafood Watch, lele memiliki profil lemak yang tergolong sehat. Kandungan lemak jenuhnya rendah, sekitar 1 gram per porsi, tergantung jenisnya. Lele juga mengandung asam lemak omega-3 DHA dan EPA hingga 300 miligram per porsi.

Artinya, konsumsi ikan lele bisa membantu:

  • Menjaga kesehatan jantung
  • Mendukung fungsi otak
  • Menjadi sumber protein yang terjangkau

Ora mung wareg, tapi yo ana gizine

Masalahnya Ada di Lingkungan, Bukan Ikannya

Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ikan lele mampu mengakumulasi polutan dari lingkungannya. Polutan tersebut bisa berasal dari:

  • Air yang tercemar
  • Pakan yang terkontaminasi
  • Limbah industri

Penelitian yang dipublikasikan di Environmental Research menyebutkan, ikan lele (Clarias sp. dan catfish lainnya) dapat mengakumulasi PCB, pestisida, serta logam berat seperti merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd).

Baca Juga : Gubernur Khofifah Tinjau Budidaya Ikan Mas Punten di Kota Batu

Lele Liar Lebih Berisiko

Lele yang hidup di sungai tercemar memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan lele dari perairan bersih atau kolam budidaya terkontrol

Contohnya, studi di Sungai Paraopeba, Brasil, menemukan adanya akumulasi logam berat seperti Hg, Cd, Cr, Pb, dan Zn dalam jaringan lele. Menariknya, kandungan logam berat ini sering kali lebih tinggi di organ internal.

Jika dikonsumsi terus-menerus, kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang. Apamaneh nek kerep mangan tanpa mikir asal-usule.

Biar Aman, Pilih Lele Budidaya Bersih

Supaya tetap bisa menikmati pecel lele tanpa rasa waswas, ada satu kunci penting: asal

Lele yang:

  • Dibudidayakan di kolam bersih
  • Diawasi kualitas air dan pakannya
  • Tidak berasal dari perairan tercemar

umumnya aman dikonsumsi. Risiko kesehatan pada lele lebih banyak berasal dari paparan polutan lingkungan, bukan dari lele itu sendiri.

Intine, ojo asal murah. Sing penting resik lan aman. (Aye/sg)

Tags:

You Might also Like