Pesta Ulang Tahun Jennie BLACKPINK Tuai Kritikan Publik
Share
SUARAGONG.COM – Jennie BLACKPINK kembali menjadi sorotan publik setelah video pesta ulang tahunnya di Jepang beredar luas di media sosial. Alih-alih mendapat ucapan selamat semata, momen perayaan tersebut justru memicu kontroversi dan kritik dari warganet.
Pesta Ulang Tahun Jennie BLACKPINK Disorot Netizen
Kontroversi ini mencuat tak lama setelah Jennie sebelumnya membagikan unggahan bernuansa hangat di akun Instagram pribadinya. Dalam foto tersebut, Jennie menulis keterangan “0116. Aku sayang Ibu”, bertepatan dengan tanggal kelahirannya. Ia tampak mengenakan gaun hitam terusan dengan turtleneck putih, berlatar dinding krem, sembari memegang buket bunga mawar biru kobalt besar yang diduga merupakan hadiah dari sang ibu.
Unggahan itu menuai banyak respons positif dari penggemar. Ekspresi Jennie terlihat emosional dan sederhana, menandai perayaan ulang tahunnya yang ke-30 dengan nuansa keluarga dan kehangatan personal.
Namun, suasana berubah ketika pada 18 Januari 2026, sebuah video pendek viral di media sosial dan komunitas online. Video tersebut menampilkan euforia pesta ulang tahun Jennie di sebuah klub malam di Jepang. Dalam rekaman itu, Jennie terlihat menari mengikuti alunan musik dengan mengenakan atasan model tube top.
Tertuju Pada Situasi Sekitar Pesta
Secara penampilan, banyak pihak menilai tidak ada yang keliru. Akan tetapi, perhatian publik justru tertuju pada situasi di sekitar lokasi pesta. Dalam video tersebut, tampak beberapa perempuan di belakang Jennie mengenakan lingerie dan stocking hitam, sambil membawa botol sampanye serta menyalakan kembang api ke arah langit-langit klub.
Sebagian warganet menyebut praktik tersebut sebagai bagian dari budaya klub malam tertentu, yang dikenal dengan istilah “champagne girls”—yakni pertunjukan yang melibatkan perempuan saat minuman beralkohol mahal dipesan oleh tamu.
Kehadiran unsur tersebut memicu kritik dari sejumlah kalangan. Beberapa pihak menilai bahwa adegan tersebut kurang sensitif, terutama mengingat status Jennie sebagai figur publik global dan idol K-pop. Kritik juga diarahkan pada kesan objektifikasi perempuan yang dinilai tidak sejalan dengan nilai kesetaraan dan citra positif yang selama ini melekat pada industri K-pop.
Baca Juga :Jennie BLACKPINK Tantangan Solo dan Peran Barunya sebagai CEO
Belum Ada Tanggapan Resmi
Hingga saat ini, Jennie maupun agensinya belum memberikan pernyataan resmi terkait video yang beredar tersebut. Meski demikian, peristiwa ini kembali menunjukkan bagaimana setiap aktivitas figur publik, khususnya idol K-pop, kerap berada di bawah sorotan tajam publik dan mudah memicu perdebatan di ruang digital. (aye/sg)

