Belajar Transportasi Sejak Dini, Anak TK Bayuangga Kunjungi Stasiun Probolinggo
Share
SUARAGONG.COM – Suasana Stasiun Kereta Api Probolinggo tampak lebih semarak dari biasanya, Senin (19/1/2026). Sebanyak 70 anak dari Kelompok Bermain (KB) dan Taman Kanak-kanak (TK) Bayuangga 1 Sumber Wetan mengikuti studi lapangan pengenalan transportasi kereta api di Stasiun Probolinggo.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual untuk mengenalkan moda transportasi publik sejak usia dini melalui pengalaman langsung.
Stasiun Probolinggo Jadi Ruang Belajar, Anak TK Bayuangga Kenal Kereta Api Sejak Dini
Didampingi para guru, anak-anak tampak antusias berkeliling area stasiun. Wajah ceria dan rasa ingin tahu terlihat jelas saat mereka menyimak penjelasan petugas customer service Stasiun Probolinggo. Anak-anak diperkenalkan fungsi kereta api sebagai transportasi massal, peran stasiun dalam pelayanan publik, hingga pentingnya keselamatan di lingkungan perkeretaapian.
Dengan pendekatan yang sederhana dan ramah anak, petugas memberikan edukasi mengenai aturan dasar. Seperti tidak bermain di area rel dan selalu mengikuti arahan petugas. Metode ini dinilai efektif untuk menanamkan nilai disiplin dan keselamatan sejak dini.
Disambut Wakil Wali Kota Probolinggo
Kegiatan edukatif tersebut juga mendapat perhatian Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari, yang hadir langsung menyapa anak-anak. Kehadirannya disambut penuh keceriaan. Ina menyapa satu per satu siswa, mengajak berbincang ringan, dan menciptakan suasana akrab yang dipenuhi tawa.
Sebagai bentuk apresiasi, Wakil Wali Kota Ina membagikan balon dan roti kepada seluruh peserta. Momen tersebut menambah kebahagiaan anak-anak. Sekaligus juga menjadi pengalaman berkesan bertemu langsung dengan pimpinan daerah.
Pembelajaran Nyata di Luar Kelas
Ina Dwi Lestari menegaskan pentingnya pembelajaran di luar kelas bagi anak usia dini. Menurutnya, pengalaman langsung akan lebih mudah dipahami dan membekas dibandingkan pembelajaran teoritis.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mengenal kereta api, tetapi juga belajar disiplin dan keselamatan sejak dini. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan studi lapangan seperti ini dapat dilakukan secara rutin sebagai alternatif pembelajaran yang menyenangkan.
“Tujuan kami bersama Bapak Wali Kota adalah mencerdaskan generasi penerus bangsa dengan metode belajar yang beragam,” tambahnya.
Kepala Sekolah TK Bayuangga 1 Sumber Wetan, Wiwik, menyampaikan bahwa studi lapangan merupakan agenda rutin sekolah untuk memperluas wawasan siswa. Menurutnya, pengenalan lingkungan sekitar secara langsung sangat penting bagi perkembangan kognitif dan sosial anak.
Usai dari stasiun, rombongan juga melanjutkan kunjungan edukatif ke Alun-alun Kota Probolinggo dan Museum Kota Probolinggo sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran.
Baca Juga : Perkuat Pendidikan Karakter Siswa SMP Probolinggo lewat Deep Learning
Momen Kereta Melintas Jadi Daya Tarik
Keceriaan anak-anak memuncak saat kereta api melintas di stasiun. Suara mesin dan klakson disambut sorak sorai penuh kegembiraan. Anak-anak melambaikan tangan, mengabadikan momen, bahkan berkesempatan berfoto bersama kondektur.
Salah satu siswi TK, Melda (6), mengaku senang bisa melihat kereta api dari dekat.
“Senang sekali, biasanya cuma lihat dari TV sama HP,” ujarnya polos.
Menanamkan Kesadaran Transportasi Publik Sejak Dini
Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang kereta api, tetapi juga dikenalkan pentingnya transportasi publik, keselamatan, dan kedisiplinan. Kolaborasi sekolah, pengelola stasiun, dan pemerintah daerah menjadi contoh pembelajaran yang holistik dan humanis bagi anak usia dini. (Duh/Aye/sg)

