Type to search

Malang Pemerintahan

Stop Hoax, Wali Kota Malang Minta ASN Aktif Repost Informasi Resmi

Share
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat meminta ASN aktif repost informasi resmi Pemkot melalui media sosial untuk mencegah hoaks dan penipuan.

SUARAGONG.COM – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menekankan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN), khususnya kepala organisasi perangkat daerah (OPD), untuk aktif menyebarluaskan informasi resmi atau Repost postingan pemerintah melalui media sosial. Langkah ini dinilai efektif dalam menangkal maraknya penyebaran berita hoaks yang kian meresahkan masyarakat.

Wali Kota Malang Minta ASN Aktif Repost Informasi Resmi untuk Tangkal Hoaks

Wahyu meminta para kepala OPD dan ASN untuk rutin merepost informasi resmi Pemkot Malang melalui fitur story dan status WhatsApp, agar pesan pemerintah dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berjenjang.

Menurutnya, informasi yang dimuat media arus utama (mainstream) umumnya telah melalui proses verifikasi ketat karena ditulis oleh wartawan yang memiliki sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Berbeda halnya dengan informasi di media sosial yang kerap beredar tanpa validasi.

“Wartawan yang sudah UKW tentu paham mana yang layak diberitakan dan mana yang tidak. Tapi di media sosial, kompetensi itu sering kali tidak ada, sehingga informasinya bisa ngawur,” ujar Wahyu.

Jangkauan Informasi Lebih Luas Lewat ASN

Wahyu menilai, jika penyebaran informasi hanya mengandalkan akun resmi Pemerintah Kota Malang, jangkauannya masih terbatas. Oleh karena itu, keterlibatan aktif ASN melalui akun pribadi dinilai jauh lebih efektif untuk menjangkau masyarakat hingga ke lapisan paling bawah.

“Kami minta kepala OPD untuk aktif. Dengan story atau status WhatsApp, informasi yang benar, valid, dan sesuai fakta bisa lebih cepat terbaca oleh masyarakat,” tegasnya.

Konten yang dibagikan, lanjut Wahyu, dapat berupa flyer, story, maupun video singkat terkait program, kebijakan, hingga capaian dan penghargaan yang diraih Pemkot Malang. Dengan begitu, masyarakat memiliki referensi yang jelas untuk membedakan informasi yang benar dan menyesatkan.

“Nanti akan kami buatkan konsepnya. Dari Prokopim akan memberikan pemahaman, supaya masyarakat tahu, ‘oh ini yang benar’, selain tentu dari pemberitaan media mainstream,” imbuhnya.

Baca Juga : Wali Kota Batu Tekankan Koperasi Desa Merah Putih Profesional

Maraknya Penipuan Mengatasnamakan Pejabat

Wahyu juga menyinggung maraknya kasus penipuan di media sosial yang mengatasnamakan dirinya, Wakil Wali Kota, maupun pejabat Pemkot Malang lainnya. Fenomena tersebut semakin memperkuat urgensi penyebaran informasi resmi secara masif.

Untuk memastikan kebijakan ini berjalan efektif, pengawasan akan dilakukan secara struktural dan berjenjang.

“Sekda akan melakukan pengecekan ke kepala OPD, kemudian kepala OPD ke jajarannya sampai ke tingkat bawah,” jelasnya.

Ia menegaskan, penyebaran berita tidak benar di media sosial sangat meresahkan masyarakat karena cepat menyebar dan mudah dipercaya.

“Berita-berita yang tidak benar di media sosial itu sangat meresahkan masyarakat, apalagi banyak yang membaca. Karena itu, pengawasannya nanti berjenjang,” pungkasnya. (fat/aye)

Tags:

You Might also Like