Siap Launching: Revitalisasi Alun-alun Kota Malang Rampung 100 Persen
Share
SUARAGONG.COM – Revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang dipastikan telah rampung 100 persen dan siap dibuka untuk umum pada akhir Januari 2026. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, usai melakukan pengecekan akhir pekerjaan di kawasan tersebut.
Rampung Direvitalisasi: Alun-alun Kota Malang Hadir dengan Playground dan Dry Fountain Baru
Gamaliel menjelaskan, seluruh pekerjaan fisik revitalisasi Alun-alun telah dinyatakan selesai pada 20 Januari 2026. Proses pengecekan atau checklist akhir dilakukan oleh tim perencana, pengawas, Bank Jatim, DLH Kota Malang, serta penyedia jasa pekerjaan.
“Pengecekan akhir dilakukan Senin (20/1) malam. Secara keseluruhan pekerjaan sudah dinyatakan 100 persen selesai. Memang masih ada pembersihan ringan, dan itu dilakukan hingga menjelang pembukaan,” ujar Gamaliel.
Pembukaan 28 Januari
Berdasarkan hasil rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Malang bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan Bank Jatim, serah terima sekaligus pembukaan Alun-alun Merdeka direncanakan pada 28 Januari 2026. Namun demikian, jadwal peresmian masih menyesuaikan agenda Wali Kota Malang.
“Kebetulan jadwal Pak Wali Kota ada undangan di Jakarta, jadi waktu peresmian akan disesuaikan. Bisa pagi, siang, sore, atau bahkan malam hari,” jelasnya.
Gamaliel menambahkan, revitalisasi Alun-alun membawa sejumlah perubahan signifikan, terutama pada fasilitas playground anak. Selama ini, banyak permainan anak yang mengalami kerusakan, khususnya pada bagian besi yang sudah berkarat dan dinilai kurang aman.
“Sekitar 80 persen pengunjung Alun-alun adalah anak-anak yang datang bersama orang tuanya. Playground lama kondisinya memang sudah tidak layak dan berisiko,” ungkapnya.
Baca Juga : Tarif Normal Gedung Parkir Kayutangan Berlaku, Okupansi Tembus 1.000 Kendaraan
Area Ramah Anak
Dalam proses revitalisasi, sebagian besar wahana permainan anak diganti dengan yang baru. Sementara sisanya diperbaiki dan dicat ulang. Selain itu, lantai area playground juga diperbarui menggunakan material yang lebih aman, termasuk cat khusus yang telah melalui kajian keamanan untuk anak-anak.
Tak hanya itu, konsep kolam air mancur yang sebelumnya ada juga diubah menjadi dry fountain atau air mancur taman. Konsep ini memungkinkan anak-anak bermain air tanpa adanya kolam, sehingga dinilai lebih aman dan ramah bagi pengunjung.
“Sekarang air mancur tidak berupa kolam, melainkan taman air. Anak-anak bisa bermain dan berlari di area tersebut dengan sistem pengamanan yang lebih baik,” kata Gamaliel.
Terkait kenyamanan dan ketertiban pengunjung, DLH Kota Malang juga menegaskan penerapan kawasan bebas rokok, khususnya di area tengah plaza Alun-alun. Pengunjung yang ingin merokok disediakan area khusus yang berada jauh dari zona bermain anak.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan dan keamanan Alun-alun. Untuk perokok, sudah disiapkan tempat tersendiri dan tidak diperbolehkan merokok di plaza tengah,” pungkasnya. (fat/aye)

