Type to search

Pemerintahan Probolinggo

Wali Kota Probolinggo Buka Orientasi PPPK Gelombang III

Share
Orientasi PPPK Gelombang III Dibuka, Wali Kota Probolinggo Tekankan Moralitas ASN

SUARAGONG.COM – Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin secara resmi membuka kegiatan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Gelombang III di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, Rabu (28/1/2026). Kegiatan tersebut digelar di Gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo dan menjadi tahapan penting dalam pembentukan karakter. Serta meninjau peningkatan kapasitas aparatur sipil negara.

Orientasi PPPK Gelombang III Dibuka, Wali Kota Probolinggo Tekankan Moralitas ASN

Orientasi ini diikuti ratusan peserta PPPK dari berbagai formasi, meliputi tenaga teknis, tenaga kesehatan, Hingga tenaga guru. Yang telah dinyatakan lolos seleksi dan siap mengabdi di Kota Probolinggo.

PPPK Bagian ASN yang Memiliki Kapasitas

Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa PPPK merupakan bagian dari ASN yang telah melalui proses seleksi ketat. Sehingga memiliki bakat dan kapasitas untuk menjalankan tugas pelayanan publik.

Menurutnya, orientasi tidak sekadar pengenalan lingkungan kerja. Tetapi juga menjadi sarana penguatan talenta dan kompetensi aparatur.

“Maka yang perlu dijaga oleh PPPK adalah sikap percaya diri, karena kalian sudah diseleksi dan mewakili ribuan orang yang ingin menjadi PPPK. Bagaimana bersikap yang baik sesuai aturan, karena sikap dan perilaku itu berkaitan langsung dengan moralitas,” jelasnya.

Sikap, Moralitas, dan Kepercayaan Diri Jadi Modal Utama

Wali kota menekankan bahwa kepercayaan diri merupakan modal penting dalam menjalankan tugas. Proses seleksi panjang yang telah dilalui menjadi bukti bahwa para PPPK adalah individu terpilih yang dipercaya untuk mengemban amanah negara.

Ia juga mengingatkan bahwa integritas, etika, dan profesionalisme harus senantiasa dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.

Lebih lanjut, Aminuddin menyampaikan tahapan nilai dalam pengabdian ASN, yakni berjanji, berbakti, lalu mengabdi.

“Untuk bisa mengabdi, PPPK harus punya kepercayaan diri dan menguasai bidang tertentu,” tegasnya.

Dorong Kontribusi Nyata untuk Visi Kota

Wali Kota Aminuddin menegaskan bahwa setiap ASN, baik PPPK, pejabat struktural, maupun pegawai dengan golongan apa pun, memiliki tanggung jawab yang sama dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kota Probolinggo.

“Bagi saya sama saja, mau itu PPPK, eselon, atau golongan berapa pun, semuanya harus punya sumbangsih positif dalam proses pencapaian visi dan misi kami, termasuk city branding ‘BERSOLEK’ yang mengandung makna sangat dalam,” imbuhnya.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa kontribusi nyata dan kinerja profesional merupakan kunci utama dalam pembangunan daerah.

199 Peserta Ikuti Orientasi Bertahap

Sementara itu, Kepala BKPSDM Kota Probolinggo Ratri Dian Sulityawati menjelaskan bahwa Orientasi PPPK Gelombang III dilaksanakan hingga Kamis (29/1/2026).

Jumlah peserta Formasi Tahun 2023 sebanyak 199 orang yang dibagi dalam dua gelombang. Untuk hari pertama, diikuti 100 peserta dengan rincian PPPK Formasi Tenaga Teknis 9 orang, Tenaga Kesehatan 47 orang, dan Tenaga Guru 44 orang.

“Kegiatan ini bertujuan mengenalkan nilai-nilai ASN, tugas, fungsi, serta sistem kerja pemerintahan kepada PPPK yang baru bergabung,” terangnya.

Baca Juga : 4.502 PPPK Paruh Waktu di Bondowoso Resmi Dikukuhkan

Hadirkan Narasumber Lintas Instansi

Orientasi PPPK Gelombang III menghadirkan narasumber dari berbagai instansi strategis, di antaranya Kantor Regional II BKN Surabaya, Kejaksaan Negeri Kota Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, Bapperida Kota Probolinggo, serta Bagian Organisasi Setda Kota Probolinggo.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari, Asisten Administrasi Umum Setda Kota Probolinggo Agus Efendi, Kepala BKPSDM beserta jajaran, serta narasumber Kanreg II BKN Surabaya Ir. Anang Trihajono, M.M.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menunjukkan komitmen Pemkot Probolinggo dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia aparatur demi pelayanan publik yang lebih optimal.

Tags:

You Might also Like