Dekorasi Imlek Surabaya 2026, Simbol Toleransi Kota
Share
SURABAYA, SUARAGONG.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali bikin suasana kota makin hidup. Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili 2026, Pemkot lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memasang berbagai dekorasi tematik yang sukses mencuri perhatian warga. Dekorasi Imlek Surabaya 2026 ini dipusatkan di kawasan strategis, mulai dari depan Balai Kota Surabaya hingga Alun-Alun Surabaya. Bukan cuma mempercantik kota, langkah ini juga jadi simbol kuatnya toleransi antarumat beragama di Kota Pahlawan.
Dekorasi Imlek Surabaya 2026 Bertema Kuda Api
Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa tema dekorasi Imlek tahun ini mengangkat Kuda Api, sesuai dengan shio yang dipercaya membawa semangat, keberanian, dan energi positif.
“Pemasangan dekorasi Imlek ini bukan sekadar hiasan, tapi bentuk nyata toleransi antarumat beragama. Surabaya itu kota yang isinya beragam, dan semuanya hidup berdampingan dengan harmonis,” ujar Dedik, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, Pemkot Surabaya memang rutin menghadirkan dekorasi setiap hari besar keagamaan. Tujuannya jelas: memperkuat identitas Surabaya sebagai kota yang ramah, inklusif, dan toleran.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tetapkan 14 Ruang Publik sebagai Lokasi Tampilan Seni
Ramah Lingkungan, Tetap Estetik dan Kreatif
Menariknya, dekorasi Imlek Surabaya 2026 kali ini juga mengusung konsep ramah lingkungan. DLH memanfaatkan material daur ulang dari stok yang sudah tersedia, tanpa mengorbankan sisi visual.
“Ini jadi upaya kami menekan anggaran, tapi tetap menghadirkan dekorasi yang estetik dan enak dilihat,” jelas Dedik.
Tak cuma di ruang publik, Pemkot Surabaya juga mengeluarkan surat edaran ke pengelola pusat perbelanjaan agar ikut berpartisipasi memasang dekorasi Imlek. Harapannya, vibes Imlek dan semangat toleransi bisa terasa di seluruh penjuru kota.
Baca juga: Respons Cepat Kasus Bullying Anak, Pemkot Surabaya Turunkan Tim Khusus
Spot Foto Favorit Warga, Bertahan hingga Ramadan
Sekretaris DLH Surabaya, Maria Agustin Yuristina, menambahkan bahwa konsep dekorasi tahun ini disesuaikan dengan tema shio berjalan. Ornamen ikonik kini sudah menghiasi kawasan Balai Pemuda hingga halaman Balai Kota.
“Dekorasi ini rencananya akan tetap terpasang sampai minggu pertama Ramadan,” kata Maria.
Respons warga pun terbilang positif. Banyak masyarakat yang sengaja datang untuk sekadar jalan-jalan atau berburu foto di spot dekorasi Imlek yang Instagramable.
Melihat antusiasme tersebut, Pemkot Surabaya berencana menghadirkan konsep dekorasi yang lebih estetik lagi saat Ramadan dan Lebaran nanti. (wahyu/dny)

