Kronologi Kasus Mohan Hazian yang Viral di Media Sosial
Share
SUARAGONG.COM – Media sosial kembali dihebohkan oleh viralnya tudingan dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian. Sosok yang dikenal sebagai pemilik brand clothing lokal. Nama Mohan Hazian menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan di platform X sejak Senin malam (9/2/2026) hingga Selasa.
Kronologi Kasus Mohan Hazian
Perbincangan publik bermula dari sebuah utas di platform X yang diunggah pada 8 Februari 2026. Dalam utas tersebut, seorang perempuan membagikan pengalamannya terkait dugaan tindakan tidak pantas yang dialaminya saat bekerja sebagai talent untuk sesi photoshoot dan video shoot sebuah brand lokal pada Mei 2025.
Kronologi Versi Korban
Dalam utas tersebut, korban menjelaskan bahwa dirinya dihubungi oleh seorang talent scouter untuk terlibat dalam proyek pemotretan sebuah brand lokal yang cukup dikenal. Ia kemudian bekerja bersama dua fotografer, salah satunya merupakan pemilik brand yang disebut berinisial M.
Korban menyebutkan bahwa selama proses photoshoot berlangsung, seluruh kegiatan berjalan normal dan profesional, tanpa adanya kejanggalan. Namun, setelah sesi pemotretan selesai, korban mengaku mengalami kebingungan karena rencana yang semula disebut akan makan bersama di luar justru berubah, dan korban diajak kembali ke area photoshoot.
Dalam lanjutan ceritanya, korban menuduh M melakukan tindakan tidak senonoh terhadap dirinya meskipun korban telah berusaha menolak dan melawan. Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami ketakutan dan trauma mendalam.
Seiring viralnya utas tersebut, warganet kemudian berspekulasi dan mengaitkan sosok M dengan Mohan Hazian, yang dikenal sebagai pemilik brand lokal Thanksinsomnia.
Klarifikasi Mohan Hazian
Menanggapi tudingan yang beredar luas, Mohan Hazian menyampaikan klarifikasi tertulis melalui akun Instagram pribadinya, @mohanhazian. Dalam pernyataannya, ia memperkenalkan diri sebagai seorang suami dan ayah. Serta menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi di ruang publik.
Mohan menjelaskan bahwa dirinya memilih menyampaikan klarifikasi secara tertulis dan membatalkan rencana konferensi pers. Agar dapat berbicara dengan lebih tenang dan penuh rasa hormat kepada semua pihak.
Ia mengakui bahwa sebagai manusia dirinya memiliki banyak kekurangan dan pernah mengambil keputusan yang tidak bijak di masa lalu, terutama terkait relasi dengan perempuan lain. Namun, ia secara tegas membantah tuduhan pemerkosaan yang diarahkan kepadanya.
“Namun yang harus saya garis bawahi, saya tidak seperti yang dituduhkan. Saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapa pun,” tulis Mohan dalam klarifikasinya.
Ia juga meminta publik untuk menyikapi persoalan ini secara jernih dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum sepenuhnya terverifikasi.
Respons Brand dan Mitra Kerja
Pasca viralnya kasus ini, sejumlah pihak mengambil langkah tegas. USS melalui pernyataan resmi mengumumkan penghentian keterlibatan salah satu talent dalam program JOHAN di kanal YouTube USS. Serta menghapus seluruh konten terkait dari platform mereka.
“Kami memutuskan untuk menghentikan keterlibatan talent tersebut. Serta menghapus konten terkait dari seluruh platform kami.” Tulis USS dalam pernyataannya.
Sementara itu, manajemen Thanksinsomnia juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan bahwa dugaan kasus tersebut merupakan masalah pribadi dan menyatakan bahwa Mohan Hazian tidak lagi aktif maupun terlibat dalam kepemilikan dan operasional brand.
“Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan pada 9 Februari 2026, pihak manajemen Thanksinsomnia memutuskan untuk menonaktifkan pihak terkait dari seluruh aktivitas selanjutnya,” tulis manajemen, dengan pernyataan ditandatangani oleh Mohan Hazian.
Selain itu, Shira Media turut menyampaikan sikap resmi terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan penulis yang karyanya pernah mereka terbitkan. Pihak penerbit menyatakan telah menghentikan seluruh aktivitas komersial yang berkaitan dengan buku karya Mohan Hazian, termasuk pencetakan ulang, distribusi, promosi, serta kerja sama di masa mendatang.
“Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan, kami memutus seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian.” Tulis Shira Media melalui akun X @shiramediagroup.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian publik. Belum terdapat keterangan resmi terkait proses hukum yang sedang atau akan ditempuh oleh pihak-pihak terkait. (Aye/sg)

